JAKARTA, AFU.ID — Adinda Dhea Puji Lestari (21), mahasiswi Universitas Terbuka (UT) Palembang yang kuliah sambil bekerja, ditemukan tewas di Jalan Jenderal Satibi Darwis, Kelurahan Keramasan, Kecamatan Kertapati. Sepeda motor Honda Beat bernomor polisi BG 5292 AEU miliknya raib dan polisi kemudian mengusut kejadian tersebut sebagai kasus begal. Motor yang dibeli secara kredit selama tiga tahun itu diketahui tinggal menyisakan tiga bulan cicilan.
Sebelum kejadian, Adinda sempat menjalani aktivitas kerja seperti biasa di sebuah restoran di Palembang untuk membantu membiayai kebutuhan selama kuliah. Ia masuk shift pagi mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WIB dan sempat pulang ke rumah setelah pekerjaannya selesai. Namun, malam harinya Adinda kembali menuju tempat kerja karena ada kegiatan general cleaning yang rutin dilakukan setiap bulan.
“Dia posisi sudah pulang kerja. Sekitar jam setengah sembilan pergi lagi ke ramen katanya mau beres-beres ada tamu datang. Saya bilang jangan lama-lama, tapi ternyata ada kejadian ini,” kata ayah Adinda, Asyri, Rabu (19/08/2026). Keluarga tidak langsung mencurigai sesuatu karena Adinda memang mengatakan akan kembali ke tempat kerjanya. Kekhawatiran baru muncul ketika ia tak kunjung pulang hingga lewat tengah malam.
Sekitar pukul 01.30 WIB, Adinda ditemukan tewas di Jalan Jenderal Satibi Darwis, kawasan Keramasan yang menjadi salah satu jalur utama kendaraan antarprovinsi dan angkutan logistik darat. Lokasi tersebut berada sekitar 12 kilometer dari pusat Kota Palembang. Polisi mendapati sepeda motor korban tidak berada di lokasi, sementara telepon selulernya masih ditemukan.
Keluarga baru mengetahui nasib Adinda sekitar pukul 03.30 WIB setelah polisi mendatangi rumah mereka. Asyri mengaku sudah merasa tidak enak ketika melihat petugas datang, terlebih anaknya disebut tidak biasa pulang hingga larut malam. Kehilangan sepeda motor kemudian menjadi salah satu petunjuk yang mengarahkan penyelidikan pada dugaan pembegalan.
Motor Honda Beat tersebut memiliki cerita tersendiri bagi keluarga karena dibeli dengan sistem kredit selama tiga tahun. Asyri mengatakan cicilannya tinggal tiga bulan lagi sebelum lunas ketika kendaraan itu dirampas. Di balik kehilangan tersebut, keluarga kini harus menghadapi kenyataan bahwa Adinda yang selama ini membagi waktunya antara kuliah dan bekerja tidak kembali pulang.
Penyelidikan polisi kemudian mengarah kepada dua orang yang diduga terlibat dalam aksi tersebut. Satu pelaku bernama Alim Munandar (28) berhasil ditangkap di kawasan Lemabang, Kecamatan Ilir Timur II, Palembang, pada hari yang sama. Polisi melakukan tindakan tegas terukur pada bagian kakinya karena disebut melakukan perlawanan saat hendak diamankan.
Sementara satu pelaku lainnya berinisial T masih diburu oleh Satreskrim Polrestabes Palembang. Polisi terus mengembangkan perkara untuk mengungkap peran masing-masing pelaku sekaligus mencari sepeda motor milik Adinda yang belum ditemukan. Penangkapan satu orang tersebut menjadi perkembangan awal dari penyelidikan kasus begal yang merenggut nyawa mahasiswi berusia 21 tahun itu.
Asyri berharap seluruh pihak yang terlibat mendapat hukuman setimpal atas kematian anak ketiganya. Bagi keluarga, kasus tersebut bukan hanya meninggalkan kehilangan sebuah sepeda motor yang hampir lunas, melainkan juga Adinda yang selama ini bekerja sambil menyelesaikan pendidikan tingginya. Polisi masih memburu satu terduga pelaku lainnya untuk menuntaskan pengungkapan perkara. (RHU)