Nikmati fitur lengkap distribusi bias, newsletter, pemberitahuan berita
Kronologi Kecelakaan Maut Mobil Damkar di Pangkep Sulsel, Tiga Orang Tewas
Bagikan:
Penulis: Raihan Immaduddin
Ringkasan Berita
Kecelakaan tragis melibatkan mobil pemadam kebakaran (Damkar) Pemerintah Kabupaten Pangkep terjadi pada Selasa (29/9/2026) saat menuju lokasi kebakaran lahan, menewaskan tiga personel dan melukai lima lainnya. Insiden terjadi saat pengemudi berusaha menghindari kendaraan lain di Jalan Poros Pangkep-Barru, yang menyebabkan armada kehilangan kendali dan terguling. Saat ini, Unit Laka Satlantas Polres Pangkep sedang menyelidiki lebih lanjut mengenai kronologi kecelakaan tersebut.
Mobil Damkar Pemerintah Pangkep, Sulawesi Selatan, terguling saat membawa tujuh personel menuju lokasi kebakaran lahan di Jalan Poros Pangkep-Barru, Kelurahan Bontoa, Kecamatan Labakkang, Selasa (29/9/2026). (Dok. Istimewa)
JAKARTA, AFU.ID— Mobil pemadam kebakaran (Damkar) Pemerintah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, terguling saat membawa tujuh personel menuju lokasi kebakaran lahan di Jalan Poros Pangkep-Barru, Kelurahan Bontoa, Kecamatan Labakkang, Selasa (29/9/2026) sekitar pukul 14.40 Wita. Kecelakaan tersebut menewaskan tiga personel, yakni Ince Irwan Nurdin, Rusman Hadi, dan Jamaluddin, serta menyebabkan lima lainnya mengalami luka-luka.
Insiden bermula ketika armada Damkar bergerak dari arah Makassar menuju Barru untuk menangani kebakaran lahan di wilayah Gentung. Saat melintas di lokasi kejadian, pengemudi melihat kendaraan lain berada di lajur yang sama sehingga berusaha menghindari dengan membanting setir ke kiri. Kendaraan kemudian kembali diarahkan ke kanan, tetapi manuver tersebut membuat armada kehilangan kendali hingga oleng dan terguling di badan jalan.
Kanit Gakkum Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Pangkep Ipda Usman mengatakan armada tersebut tidak sempat bertabrakan dengan kendaraan yang hendak dihindari. “Pas melintas ada mobil di depan. Pengemudi berusaha menghindar ke kiri, terus membanting lagi ke kanan,” kata Usman.
Tujuh personel berada dalam satu armada ketika kecelakaan terjadi, dengan tiga orang termasuk pengemudi berada di dalam kabin dan empat lainnya menempati bagian belakang kendaraan. Lima personel sempat dilarikan untuk mendapatkan perawatan, termasuk Jamaluddin yang dirujuk ke Rumah Sakit Wahidin Makassar untuk menjalani perawatan intensif.
Kecelakaan tersebut selanjutnya ditangani Unit Laka Satlantas Polres Pangkep untuk mengetahui rangkaian kejadian secara menyeluruh. Kapolsek Labakkang AKP Sofyanto mengatakan polisi masih mengumpulkan informasi terkait kecelakaan tersebut. (RAI)