Nikmati fitur lengkap distribusi bias, newsletter, pemberitahuan berita
Konser Kota Tua Dihentikan Gegara Bau Menyengat, Pengunjung Alami Sesak dan Mata Pedih, Diduga Modus Baru Pencopetan
Bagikan:
Penulis: Raihan Immaduddin
Ringkasan Berita
Konser musik di Kota Tua, Jakarta Barat, pada Minggu malam (13/9/2026) terpaksa dihentikan akibat munculnya bau menyengat dan serbuk mencurigakan yang menyebabkan pengunjung mengalami sesak napas dan mata pedih. Insiden ini terjadi saat penampilan grup musik Kotak, dan petugas keamanan segera menangani situasi serta mengamankan seorang pria yang diduga menciptakan kepanikan untuk melakukan pencopetan. Penyelenggara acara berkomitmen untuk menjaga keselamatan pengunjung dan masih melakukan penyelidikan terkait sumber serbuk tersebut.
Arsip foto - Konser musik perayaan tahun baru di Kota Tua, Jakarta Barat, Rabu (31/12/2025). (ANTARA/Risky Syukur)
JAKARTA, AFU.ID— Konser musik di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat, dihentikan pada Minggu (13/9/2026) malam setelah bau menyengat disertai serbuk mencurigakan membuat sejumlah pengunjung mengalami sesak napas dan mata pedih. Insiden terjadi saat rangkaian acara memasuki penampilan grup musik Kotak sekitar pukul 23.00 WIB. Situasi sempat membuat vokalis Kotak, Tantri, mundur dari panggung hingga petugas melakukan pengamanan dan mensterilkan area.
Kepala Unit Pengelola Kawasan (UPK) Kota Tua Denny Aputra mengatakan, bau tersebut mulai tercium sekitar pukul 22.45 WIB ketika penampilan musik masih berlangsung normal. Kondisi memburuk di area depan panggung karena pengunjung mulai merasakan pedih pada mata dan kesulitan bernapas, meski Denny memastikan zat yang ditemukan bukan gas air mata. "Melainkan serbuk dan tidak ada bekasnya. Anehnya, serbuk ini membuat bau tidak sedap dan sesak napas," kata Denny.
Petugas keamanan acara langsung bergerak menangani para penonton yang terdampak dan mengamankan seorang pria yang diduga berkaitan dengan kemunculan serbuk tersebut. Denny menduga, orang itu sengaja menciptakan kepanikan agar situasi ramai dan dapat dimanfaatkan untuk melakukan pencopetan. "Tantri Kotak mundur dan berhenti. Sekuriti acara langsung mengamankan," ujarnya.
Area konser disterilkan dalam waktu sekitar 15 menit untuk memastikan kondisi kembali aman bagi pengunjung dan pengisi acara. Pria yang diamankan kemudian dibawa ke Polsek Subsektor Pinangsia untuk diproses, sementara satu orang lain yang sempat diamankan dilepaskan karena tidak terbukti terlibat. Penyelenggara acara juga membuka layanan pengaduan bagi pengunjung yang merasa terdampak dalam kejadian tersebut.
Denny mengatakan, penyelenggara mengutamakan keselamatan pengunjung dan para pengisi acara dalam menangani insiden tersebut. Pemeriksaan di lokasi juga dilakukan untuk mencari sumber serbuk yang memicu bau menyengat, tetapi benda yang diduga menjadi sumbernya belum ditemukan. "Malam kemarin yang terdampak langsung dipulangkan dalam keadaan selamat," pungkasnya. (RAI)