Kabut asap yang terjadi di Bandara Internasional Supadio Pontianak, Kalimantan Barat, pada Sabtu (12/9/2026) menyebabkan 30 penerbangan, terdiri dari 15 keberangkatan dan 15 kedatangan, dibatalkan akibat jarak pandang yang menurun di bawah batas minimum keselamatan. General Manager bandara, Maya Damayanti, menyatakan bahwa kondisi ini diakibatkan oleh perubahan cuaca yang memengaruhi jarak pandang, dan pihak bandara berkoordinasi dengan BMKG, AirNav Indonesia, serta maskapai untuk memastikan keselamatan penerbangan. Penumpang yang terpengaruh diberikan bantuan berupa masker, air mineral, dan makanan ringan, serta proses refund dan reschedule melalui layanan pelanggan di terminal.
Para penumpang di bandara Supadio menunggu kepastian penerbangan yang dibatalkan akibat asap Karhutla (ANTARA/HO : Humas Bandara Supadio)
JAKARTA, AFU.ID — Kabut asap membuat aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Supadio Pontianak, Kalimantan Barat, terganggu pada Sabtu (12/9/2026). Hingga pukul 16.00 WIB, 30 penerbangan dibatalkan karena jarak pandang turun di bawah batas minimum keselamatan penerbangan. General Manager Bandara Internasional Supadio Pontianak Maya Damayanti mengatakan pembatalan mencakup 15 penerbangan keberangkatan dan 15 penerbangan kedatangan.
“Terdiri dari 15 penerbangan keberangkatan dan 15 penerbangan kedatangan,” kata Maya dalam keterangan tertulis, Sabtu sore. Gangguan terjadi sejak pagi. Jarak pandang di kawasan bandara berada pada kisaran 300 hingga 500 meter sejak pukul 05.00 hingga 16.00 WIB. Dengan kondisi tersebut, pesawat belum bisa melakukan lepas landas maupun pendaratan. Sejumlah penerbangan juga mengalami penundaan panjang.
Maya mengatakan kondisi jarak pandang terus berubah mengikuti pergerakan cuaca. “Kami bersama stakeholder selalu memantau kondisi jarak pandang dan pergerakan cuaca guna memastikan keselamatan dan keamanan operasional penerbangan di Bandara Internasional Supadio,” ucap Maya. Bandara berkoordinasi dengan BMKG, AirNav Indonesia, dan maskapai untuk mengikuti perkembangan kondisi di lapangan.
Bagi penumpang yang terdampak pembatalan dan penundaan, maskapai menangani proses refund maupun reschedule melalui meja check-in dan customer service masing-masing di terminal. Pembatalan puluhan penerbangan membuat penumpang harus menunggu di terminal. Manajemen bandara menambah kursi di ruang tunggu dan personel operasional untuk menangani penumpukan penumpang.
Penumpang yang terdampak juga mendapat masker, air mineral, dan makanan ringan. Sementara itu, Maya meminta calon penumpang mengecek status penerbangan sebelum menuju bandara. “Calon penumpang pesawat dapat meminta informasi mengenai status penerbangan melalui berbagai saluran resmi yang disediakan oleh pihak maskapai,” ujar Maya. (FAD)