PT Dharma Lautan Utama (DLU) memastikan bahwa pelayaran dari Surabaya menuju Nusa Tenggara Timur (NTT) tetap berlangsung meskipun wilayah tersebut masih dalam kondisi pascagempa, dengan tidak adanya pembatalan atau penundaan perjalanan. Meskipun pelabuhan di NTT umumnya beroperasi normal, terminal penumpang di Maumere mengalami kerusakan, namun dermaga masih dapat digunakan. DLU mencatat stabilitas jumlah penumpang di semester pertama 2026, dengan sedikit peningkatan sekitar 3 persen, dan menekankan pentingnya keselamatan serta keamanan dalam operasional kapal selama kondisi darurat ini.
Ilustrasi. Ditjen Perhubungan Laut, Kemenhub, memperkuat budaya keselamatan pelayaran di kapal milik Pelni melalui peningkatan kesiapsiagaan darurat di laut. (ANTARA/HO-Ditjen Perhubungan Laut, Kemenhub)
JAKARTA, AFU.ID – Pelayaran dari Surabaya menuju sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) tetap berjalan meski wilayah tersebut masih dalam kondisi pascagempa. PT Dharma Lautan Utama (DLU) memastikan tidak ada pembatalan maupun penundaan perjalanan menuju NTT. Operasional kapal tetap dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi pelabuhan dan keselamatan penumpang.
Direktur Operasi dan Usaha PT DLU Rakhmatika Ardianto mengatakan sebagian besar pelabuhan di NTT masih dapat melayani kapal. Kondisi berbeda terjadi di Maumere karena terminal penumpangnya mengalami kerusakan, meski dermaga masih bisa digunakan untuk kapal bersandar. "Karena kami tidak terlalu terdampak secara langsung terhadap kondisi pelabuhan. Hanya untuk wilayah Maumere, ada kerusakan terminal penumpang, untuk dermaga masih tetap bisa disandari kapal," ujar Rakhmatika, Minggu (23/8/2026).
Tetap beroperasinya kapal membuat konektivitas laut antara Surabaya dan NTT masih terjaga. Bagi masyarakat yang mengandalkan kapal sebagai moda transportasi antarpulau, layanan tersebut tetap menjadi salah satu pilihan perjalanan. DLU mencatat jumlah penumpang sepanjang semester pertama 2026 relatif stabil. Bahkan, terdapat kenaikan sekitar 3 persen yang salah satunya disebut berkaitan dengan meningkatnya harga tiket pesawat. "Memang untuk pnp sedikit ada kenaikan sebesar 3 persen-an, terkait dengan efek tiket pesawat tetapi terlalu tajam pengaruhnya. Segmentasinya berbeda antara kapal dengan pesawat, sehingga kenaikan tidak terlalu banyak," kata Rakhmat.
Namun, DLU menilai kenaikan tersebut belum menunjukkan adanya perpindahan besar-besaran penumpang dari pesawat ke kapal. Menurut Rakhmat, pengguna transportasi laut masih didominasi masyarakat yang sejak awal memilih kapal untuk perjalanan antarpulau. "Karena segmen yang berbeda, kita tidak bisa bicara demikian ya, saat ini penggunanya adalah pengguna yang memang sebelumnya memilih jalur laut," ujarnya.
Di tengah kondisi NTT yang masih menghadapi dampak gempa, DLU menyatakan keselamatan dan keamanan tetap menjadi pertimbangan utama dalam menjalankan pelayaran. "Selama ini kita berusaha memberikan layanan ketersediaan tempat, keselamatan & keamanan serta kenyamanan kita berikan lebih kepada pengguna transportasi laut," pungkas Rakhmatika. (FAD)