Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengumumkan bahwa 812 base transceiver station (BTS) yang terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) telah pulih sepenuhnya dan kembali beroperasi, mencakup delapan kabupaten yang terdampak. Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media, Fifi Aleyda Yahya, memastikan pemulihan jaringan telah mencapai 100 persen, meskipun Komdigi tetap mengirimkan 20 perangkat komunikasi Starlink sebagai dukungan tambahan. Gempa berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026 telah menyebabkan perlunya penanganan cepat terhadap infrastruktur komunikasi untuk mendukung masyarakat dan koordinasi penanganan bencana.
Tim SAR mencari korban gempa magnitudo 7,7 di Flores, NTT. (Foto: BPBD NTT)
Jakarta, AFU.ID – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memastikan 812 base transceiver station (BTS) yang terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) telah kembali beroperasi. Pemulihan jaringan tersebut mencakup BTS yang tersebar di wilayah terdampak gempa. Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media (Dirjen KPM) Komdigi Fifi Aleyda Yahya mengatakan pemulihan konektivitas telah mencapai 100 persen berdasarkan laporan terakhir yang diterima kementeriannya.
"Sampai per hari ini laporannya terkait dengan konektivitas di wilayah terdampak gempa, itu dari 812 titik atau site BTS, alhamdulillah per hari ini sudah pulih 100 persen yang terdampak di 8 kabupaten di NTT," kata Fifi usai menyerahkan bantuan untuk NTT di Kantor Badan Penghubung NTT, Jakarta Selatan, Sabtu (22/8/2026). Fifi menegaskan seluruh BTS yang berada di wilayah terdampak telah dipulihkan dan kembali mendukung konektivitas masyarakat.
"Dari laporan terakhir, kami bisa memulihkan seluruh BTS yang ada di wilayah terdampak gempa," ujarnya. Meski seluruh BTS terdampak telah kembali beroperasi, Komdigi tetap mengirimkan 20 perangkat komunikasi Starlink ke NTT. Perangkat tersebut disalurkan melalui Kantor Badan Penghubung NTT di Tebet, Jakarta Selatan. Pengiriman dilakukan sebagai tambahan dukungan konektivitas di tengah kondisi pascagempa. "Kalau untuk Starlink, tentu tidak ada salahnya kami memberikan penguatan-penguatan jika masih ada titik-titik yang misalnya terdampak," kata Fifi.
Sebelumnya, Komdigi mengidentifikasi 812 titik site BTS yang terdampak gempa di NTT. Dalam laporan terbaru, seluruh titik tersebut telah berhasil dipulihkan. Pemulihan konektivitas dilakukan di tengah penanganan dampak gempa yang mengguncang wilayah Flores, NTT. Infrastruktur komunikasi menjadi salah satu kebutuhan penting dalam situasi bencana karena digunakan untuk mendukung komunikasi masyarakat maupun koordinasi penanganan di lapangan.
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid sebelumnya mengajak masyarakat memberikan dukungan kepada warga yang terdampak gempa NTT. "Mari kita bersama membantu dengan berbagai cara dan sarana yang kita bisa untuk membantu meringankan beban saudara-saudara kita yang menjadi korban gempa NTT," kata Meutya dalam keterangan resmi, Rabu (19/8/2026).
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores, NTT, pada Sabtu (15/8/2026) sekitar pukul 04.58.23 WITA. Guncangan tersebut dirasakan di sejumlah wilayah, termasuk Dompu, Sikka, Labuan Bajo, Ende, hingga Bau Bau. Setelah gempa, pemerintah melakukan penanganan terhadap berbagai dampak yang muncul, termasuk pemulihan infrastruktur dan layanan komunikasi di wilayah terdampak. (FAD)