JAKARTA, AFU.ID — Wilayah Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu, diguncang gempa bumi tektonik pada Rabu (09/09/2026) pagi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat guncangan terjadi tepat pada pukul 07.23 WIB. Berdasarkan parameter pembaruan resmi, gempa bumi tersebut memiliki magnitudo M4,4 dan sempat dirasakan oleh masyarakat pesisir yang sedang memulai aktivitas harian.
Kepala Stasiun Geofisika Padang Panjang, Tony Agus Wijaya, menjelaskan bahwa episenter gempa bumi terletak pada koordinat 4,94° Lintang Selatan dan 103,04° Bujur Timur. Pusat guncangan berada di laut, berjarak sekitar 37 kilometer arah barat daya Kabupaten Kaur, Bengkulu. Gempa bumi ini dikategorikan sebagai gempa bumi dangkal karena memiliki kedalaman hiposenter 28 kilometer di bawah permukaan laut.
Memperhatikan lokasi episenter dan kedalamannya, peristiwa tektonik dangkal ini dipicu oleh aktivitas pergerakan pada Sesar Enggano di lepas pantai barat Sumatra. Peta estimasi guncangan (shakemap) BMKG menunjukkan dampak getaran dirasakan dengan skala intensitas bervariasi di sejumlah wilayah sekitarnya.
Guncangan terkuat terukur pada skala II–III MMI di kawasan Enggano, Kabupaten Kaur, hingga Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan. Pada skala ini, getaran dirasakan nyata oleh orang banyak di dalam rumah dengan sensasi seakan-akan ada truk berat melintas. Sementara itu, getaran lebih lemah juga terdeteksi hingga wilayah Pesisir Selatan pada skala I–II MMI.
Hingga laporan diterbitkan, BMKG memastikan tidak ada laporan mengenai dampak kerusakan pada bangunan fisik maupun fasilitas publik di area terdampak. Hasil pemantauan hingga pukul 07.45 WIB juga belum menunjukkan adanya aktivitas gempa susulan (aftershock). Pihak BMKG mengimbau warga setempat untuk tetap tenang serta tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak terverifikasi kebenarannya. (RHU)