Penulis: Raihan Immaduddin
JAKARTA, AFU.ID — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan gambut Pedamaran, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatra Selatan, terus meluas hingga mencapai sekitar enam hektare. Puluhan personel gabungan bersama satu unit helikopter water bombing dikerahkan untuk mencegah api menjalar lebih luas.
Kebakaran pertama kali terdeteksi pada Kamis (2/7/2026) melalui patroli udara. Informasi tersebut langsung ditindaklanjuti dengan pengerahan tim gabungan yang terdiri atas 11 personel Manggala Agni Daops Sumatera XVII/OKI, 60 anggota Regu Pemadam Kebakaran (RPK) perusahaan, lima personel TNI-Polri, dan tiga anggota Masyarakat Peduli Api (MPA). Pada hari pertama, petugas baru mampu memadamkan sekitar satu hektare lahan gambut yang terbakar.
Hingga hari ini, sebanyak 45 personel tambahan dari Manggala Agni diterjunkan untuk memperkuat proses pemadaman. Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatra, Ferdian Krisnanto, mengatakan area yang terbakar didominasi semak belukar, belidang, tegakan gelam, dan pakis. Menurutnya, angin kencang dan vegetasi yang mudah terbakar membuat api bergerak sangat cepat. "Dilaporkan sudah sekitar enam hektare yang terbakar, tim sampai sekarang masih melakukan pemadaman," kata Ferdian.
Selain mengerahkan tim darat, petugas juga mengoperasikan satu unit helikopter untuk melakukan water bombing dan pembasahan di sekitar titik api. Asap pekat masih menyelimuti kawasan kebakaran akibat besarnya kobaran api. Ferdian mengatakan fokus utama saat ini ialah melakukan pembasahan di bagian kepala api agar tidak terus meluas. Setelah itu, petugas akan melanjutkan pembasahan menyeluruh untuk memadamkan bara yang telah masuk ke lapisan gambut.
Meski pasokan air di sekitar lokasi masih mencukupi, proses pemadaman terkendala embusan angin yang cukup kencang. Kondisi tersebut menyulitkan tim mendekati titik api dan meningkatkan risiko kebakaran kembali meluas. Menurut Ferdian, karakteristik lahan gambut membuat proses pemadaman membutuhkan waktu lebih lama, terutama jika api sudah merambat ke lapisan gambut yang lebih dalam. Karena itu, petugas berupaya mempercepat pemadaman agar kebakaran tidak semakin sulit dikendalikan. (RAI)