JAKARTA, AFU.ID — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi ancaman serius di Kalimantan Timur (Kaltim) di tengah kondisi cuaca yang kering. Hingga akhir pekan ini, ratusan titik kebakaran tercatat tersebar di hampir seluruh wilayah kabupaten dan kota. Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kaltim per Sabtu (22/8/2026), tercatat sebanyak 430 titik karhutla terjadi di 10 kabupaten dan kota dengan total luas lahan terbakar mencapai 1.260,92 hektare.
Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menjadi wilayah dengan luas kebakaran terbesar, yakni mencapai 369,88 hektare dari 47 titik kejadian. Sementara Kutai Barat berada di posisi berikutnya dengan luas lahan terbakar 337,17 hektare dari 71 titik. Adapun jumlah titik kebakaran terbanyak tercatat berada di Kabupaten Paser dengan 105 titik dan luas lahan terdampak mencapai 268,68 hektare.
Pelaksana Harian Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kaltim Sugeng Priyanto mengatakan, karhutla saat ini tidak hanya terjadi di satu wilayah, melainkan hampir merata di seluruh daerah. “Saya dapat laporan yang intinya semua itu ada, hanya luasannya dan skalanya berbeda-beda,” ujar Sugeng.
Menurutnya, sejumlah wilayah dengan kondisi karhutla cukup tinggi berada di Berau, Kutai Timur, dan Kutai Kartanegara. Namun, upaya pemadaman di lapangan menghadapi sejumlah kendala. Petugas tidak selalu bisa langsung mencapai titik api karena lokasi kebakaran berada di area yang sulit dijangkau kendaraan. “Kendala secara umum pertama adalah akses. Titik yang terjadi kebakaran itu untuk pemadaman, peralatan tidak bisa tembus sampai ke titik tersebut,” kata Sugeng.
Selain akses, keterbatasan sumber air juga menjadi tantangan. Petugas harus mencari sumber air terdekat untuk mendukung proses pemadaman, terutama ketika api berada jauh dari permukiman. Kondisi tersebut membuat proses pemadaman membutuhkan waktu lebih lama karena harus menyesuaikan medan, peralatan, dan jumlah personel yang tersedia.
BPBD Kaltim menyebut, sebagian lahan yang terbakar juga berada di sekitar kawasan masyarakat. Di Kabupaten Kukar, sekitar 182 hektare lahan yang terbakar diketahui merupakan kawasan milik warga. Meski luas lahan terbakar telah mencapai lebih dari 1.200 hektare, BPBD Kaltim menyatakan dampak kabut asap terhadap aktivitas masyarakat sejauh ini belum menunjukkan kondisi signifikan.
Namun, upaya pencegahan tetap dilakukan untuk mengantisipasi kebakaran semakin meluas, terutama selama kondisi cuaca masih kering. BPBD Kaltim juga telah menyiapkan bantuan logistik untuk wilayah yang membutuhkan, termasuk masker dan peralatan pendukung pemadaman.
Dengan ratusan titik api yang tersebar, pemerintah daerah mengingatkan bahwa penanganan karhutla tidak hanya bergantung pada pemadaman, tetapi juga pencegahan agar kebakaran tidak terus bertambah. (RHU)