JAKARTA, AFU.ID — Muhammad Iskandar Kunaefi resmi ditunjuk sebagai Direktur Utama PT Pos Indonesia (Persero) menggantikan Daud Joseph yang mengundurkan diri efektif pada 30 Juni 2026. Penunjukan tersebut ditetapkan melalui Keputusan Para Pemegang Saham Nomor 343 Tahun 2026 yang berlaku sejak 15 Juli 2026. Iskandar dipercaya memimpin Pos Indonesia di tengah transformasi perusahaan, termasuk penguatan peran perseroan dalam holdingnisasi logistik BUMN.
Bersamaan dengan pergantian direktur utama, pemegang saham juga merombak susunan direksi dengan membentuk jabatan baru Direktur Manajemen Risiko dan memisahkan fungsi keuangan dan manajemen risiko yang sebelumnya berada dalam satu direktorat. Perubahan tersebut menjadi bagian dari penataan organisasi untuk memperkuat tata kelola perusahaan. Masa jabatan Iskandar sebagai direktur utama berlaku hingga penutupan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan kelima sejak keputusan ditetapkan.
Profil M. Iskandar Kunaefi
M. Iskandar Kunaefi lahir pada 8 Desember 1970. Ia merupakan putra mantan Gubernur Jawa Barat periode 1975-1985, Mayjen TNI Aang Kunaefi. Berbeda dengan sang ayah yang berkarier di dunia militer, Iskandar memilih meniti karier profesional di sektor bisnis, logistik, investasi, dan pengelolaan aset.
Pendidikan menengahnya ditempuh di Eastbourne College of Arts & Technology, Inggris, hingga memperoleh General Certificate of Secondary Education (GCSE) pada 1989. Setelah itu, ia melanjutkan studi Business Administration and Logistics Management di University of Maryland, College Park, Amerika Serikat, dan lulus pada 1994. Iskandar kemudian memperdalam kemampuan manajemen melalui Asian Institute of Management, Filipina, pada 2005-2006.
Karier profesional Iskandar dimulai sebagai Research Analyst di Schiphol Airport Consulting & Management Services pada 1994-1995. Setelah itu, ia bergabung dengan Indofood Group dan meniti karier di perusahaan tersebut hingga dipercaya menjadi Presiden Direktur sekaligus Chief Executive Officer (CEO) PT Nestlé Indofood Citarasa Indonesia. Pengalaman panjang di sektor manufaktur dan logistik menjadi bekal penting sebelum berkiprah di berbagai perusahaan milik negara maupun swasta.
Pada 2012, Iskandar bergabung dengan PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero) sebagai Kepala Divisi Penasihat Bisnis sekaligus Kepala Divisi Manajemen Aset dan Investasi hingga 2014. Ia juga tercatat sebagai anggota Sistem Logistik Nasional (Sislognas) hingga 2016. Pengalaman tersebut memperkuat kompetensinya di bidang investasi, pengelolaan aset, dan rantai pasok nasional.
Di sektor infrastruktur, Iskandar aktif di lingkungan PT Jakarta Infrastruktur Propertindo (JIP) dan PT Jakarta Propertindo (Jakpro). Ia dipercaya menjadi anggota Komite Investasi, Komite Pemantau Risiko, serta Komite Nominasi dan Remunerasi yang berperan dalam pengawasan investasi dan tata kelola perusahaan. Pengalaman tersebut dinilai relevan mengingat Pos Indonesia memiliki aset dan jaringan logistik yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Selain berkiprah di dunia korporasi, Iskandar juga sempat menjabat Direktur Operasional PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), perusahaan pengelola klub Persib Bandung. Namun, ia memutuskan mengundurkan diri dari jabatan tersebut pada akhir 2024 karena perbedaan pandangan dengan manajemen. Saat ini, ia juga masih tercatat sebagai Presiden Direktur sekaligus salah satu pendiri TOP Group.
Dengan pengalaman di bidang logistik, investasi, pengelolaan aset, hingga pengembangan bisnis, Iskandar kini dipercaya memimpin PT Pos Indonesia. Tantangan yang dihadapinya tidak ringan karena perusahaan tengah menjalankan transformasi bisnis sekaligus menghadapi dinamika industri logistik yang semakin kompetitif. (RAI)
Rekam Jejak M. Iskandar Kunaefi
1970: Lahir di Bandung pada 8 Desember 1970.
1989: Lulus General Certificate of Secondary Education (GCSE) di Eastbourne College of Arts & Technology, Inggris.
1994: Lulus Business Administration and Logistics Management dari University of Maryland, College Park, Amerika Serikat.
1994-1995: Research Analyst di Schiphol Airport Consulting & Management Services.
1995-2012: Berkarier di Indofood Group hingga menjadi Presiden Direktur dan CEO PT Nestlé Indofood Citarasa Indonesia.
2012-2014: Kepala Divisi Penasihat Bisnis serta Kepala Divisi Manajemen Aset dan Investasi PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero).
2012-2016: Anggota Sistem Logistik Nasional (Sislognas).
2020: Menjadi anggota Komite Pemantau Risiko PT Jakarta Propertindo (Jakpro).
2021: Diangkat sebagai Anggota Komite Investasi PT Jakarta Infrastruktur Propertindo (JIP).
2024: Mengundurkan diri sebagai Direktur Operasional PT Persib Bandung Bermartabat.
2025: Kembali dipercaya sebagai Anggota Komite Investasi PT Jakarta Infrastruktur Propertindo (JIP).
2026: Ditunjuk sebagai Direktur Utama PT Pos Indonesia (Persero) melalui Keputusan Para Pemegang Saham Nomor 343 Tahun 2026.