JAKARTA, AFU.ID — Asian Games Aichi-Nagoya 2026 resmi berakhir dengan Indonesia finis di peringkat ke-16 klasemen akhir. Kontingen Merah Putih membawa pulang 39 medali yang terdiri dari 5 emas, 11 perak, dan 23 perunggu. Meski berhasil melampaui target emas pemerintah, posisi Indonesia melorot tiga tingkat dibanding edisi sebelumnya saat menempati peringkat ke-13 di Hangzhou.
Penurunan peringkat tersebut terjadi ketika Erick Thohir masih menjadi salah satu figur sentral dalam pembinaan olahraga nasional melalui berbagai organisasi olahraga dan perannya di dunia olahraga Indonesia. Meski pemerintah dapat mengklaim target minimal empat emas tercapai, hasil akhir Asian Games menunjukkan posisi Indonesia di level Asia justru mengalami kemunduran.
Pada Asian Games Hangzhou 2022 yang berlangsung pada 2023, Indonesia menutup kompetisi dengan enam medali emas dan finis di posisi ke-13 klasemen akhir. Saat itu emas datang dari cabang menembak, angkat besi, panjat tebing, balap sepeda, perahu naga, dan wushu. Capaian tersebut menempatkan Indonesia di atas sejumlah negara yang kini berhasil menyalip Merah Putih.
Sebaliknya pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026, Indonesia hanya mengumpulkan lima medali emas meski total medali meningkat menjadi 39. Emas Indonesia berasal dari bulu tangkis (2 emas), panahan, panjat tebing, dan angkat besi. Secara jumlah medali memang terlihat kompetitif, tetapi dalam sistem klasemen Asian Games, jumlah emas menjadi penentu utama sehingga penurunan satu emas berpengaruh besar terhadap posisi akhir.
Menariknya, Indonesia sebenarnya berhasil memperluas sumber medali. Cabang-cabang olahraga baru seperti padel, teqball, bola voli pantai, dan esports ikut menyumbang medali. Namun tambahan medali itu lebih banyak datang dari kategori perak dan perunggu, sementara jumlah emas belum bertambah secara signifikan.
Pada klasemen akhir, Indonesia disalip beberapa negara yang tampil lebih efisien dalam mengonversi peluang menjadi medali emas. Qatar menutup Asian Games dengan enam emas dan naik ke posisi ke-14. Sementara Chinese Taipei mengoleksi jumlah emas yang sama dengan Indonesia, yakni lima emas, tetapi unggul jauh dalam perolehan perak sehingga finis di posisi ke-15. Indonesia akhirnya berada di urutan ke-16 dengan koleksi 5 emas, 11 perak, dan 23 perunggu.
Di kawasan Asia Tenggara, Indonesia juga belum menjadi yang terbaik. Thailand berhasil finis di posisi ketujuh dengan 18 emas, sedangkan Malaysia berada di posisi ke-11 dengan sembilan emas. Indonesia harus puas menjadi negara ASEAN ketiga terbaik pada Asian Games 2026.
Meski demikian, tidak seluruh indikator menunjukkan kemunduran. Sejumlah cabang berhasil mencetak sejarah baru. Panahan melalui Nurisa Dian Ashrifah mempersembahkan emas pertama Indonesia sepanjang sejarah Asian Games. Bulu tangkis juga kembali menjadi penyumbang emas setelah gagal meraih emas pada edisi sebelumnya. Namun capaian-capaian tersebut belum cukup untuk mengangkat posisi Indonesia secara keseluruhan.
Hasil akhir Asian Games 2026 akhirnya menyisakan dua wajah berbeda. Di satu sisi, target emas yang ditetapkan pemerintah berhasil dilewati. Namun di sisi lain, posisi Indonesia di klasemen Asia justru turun tiga tingkat dibanding edisi sebelumnya. Dengan Asian Games berikutnya akan digelar di Doha, Qatar pada 2030, pekerjaan rumah terbesar olahraga Indonesia bukan lagi sekadar menambah jumlah medali, tetapi meningkatkan jumlah medali emas agar mampu kembali bersaing di papan atas Asia. (RHU)