Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia telah mempengaruhi kualitas udara di Malaysia, yang membuat Perdana Menteri Anwar Ibrahim menghubungi Presiden Prabowo Subianto untuk membahas penanganan masalah ini. Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir mengungkapkan bahwa meskipun Indonesia telah mengerahkan lebih dari 60.000 personel dan 48 helikopter untuk memadamkan kebakaran, kondisi cuaca menjadi kendala dalam proses tersebut. Pemerintah berharap hujan yang diperkirakan akan turun dapat membantu meredakan situasi karhutla yang telah menyebabkan penutupan sejumlah sekolah di Malaysia.
Arsip - Pemandangan Menara Kembar Petronas yang diselimuti kabut asap di Kuala Lumpur, Malaysia, 9 Oktober 2026. (ANTARA/Xinhua/Chen Zeguo)
JAKARTA, AFU.ID — Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia berdampak hingga Malaysia. Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim telah menghubungi Presiden Prabowo Subianto untuk membahas penanganan kabut asap yang menyelimuti Kalimantan dan sejumlah wilayah lainnya. Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir mengatakan pemerintah Indonesia telah berkomunikasi dengan Malaysia untuk menjelaskan upaya penanganan karhutla.
Namun, ia mengakui kondisi cuaca menjadi salah satu kendala dalam proses pemadaman. "Dan juga melihat cuaca, memang ini merupakan tantangan karena udaranya yang saat ini tidak berada di pihak kita," kata Arrmanatha di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu (10/10/2026). Arrmanatha mengatakan dirinya juga telah berbicara dengan Menteri Luar Negeri Malaysia mengenai langkah-langkah yang dilakukan Indonesia untuk menangani kebakaran.
"Ya, kita sudah berkomunikasi. Dari saya sudah berbicara juga dengan Menteri Luar Negeri Malaysia," ujarnya. Menurut Arrmanatha, pemerintah telah mengerahkan lebih dari 60.000 personel untuk menangani karhutla. Indonesia juga mengoperasikan sekitar 48 helikopter dan pesawat untuk melakukan pemadaman melalui metode water bombing atau pengeboman air. "Kita telah menerjunkan juga sekitar 48 helikopter dan pesawat untuk melakukan water bombing," katanya.
Meski berbagai upaya telah dilakukan, Arrmanatha berharap kondisi cuaca segera membaik agar penanganan kebakaran dapat berjalan lebih efektif. Ia menyebut hujan diperkirakan akan turun dan diharapkan membantu meredakan karhutla. "Tapi harapan kita segera ini akan reda karena juga diperkirakan cuaca akan ada hujan, ya," tuturnya.
Sebelumnya, Anwar Ibrahim menyatakan telah menghubungi Prabowo untuk membahas penanganan kabut asap akibat karhutla di Kalimantan dan sejumlah wilayah lain di Indonesia. Anwar mengatakan Prabowo sepakat mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menangani persoalan tersebut. Kabut asap dalam beberapa hari terakhir turut memengaruhi kualitas udara di Malaysia.
Kondisi itu bahkan menyebabkan sejumlah sekolah di negara tersebut ditutup. Sementara itu, pemerintah Indonesia masih menghadapi tantangan cuaca dalam upaya memadamkan kebakaran. Hingga Sabtu (10/10/2026), Arrmanatha berharap perkiraan hujan dapat membantu meredakan kondisi karhutla. (FAD)