JAKARTA, AFU.ID — Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru menggelar sayembara bagi warga yang berhasil menangkap pelaku kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Hadiah sebesar Rp10 juta disiapkan bagi masyarakat yang dapat menemukan pelaku pembakaran lahan. Luas wilayah kathutla di Sumsel sejak Januari–September mencapai 7,6 ribu hektare . "Siapa yang menemukan pelakunya, saya kasih Rp10 juta," kata Herman, pada Senin (5/10/2026).
Pemerintah Sumsel sejauh ini mengerahkan berbagai upaya untuk mengendalikan kebakaran, mulai dari pemadaman darat hingga operasi udara. Sekitar 12.000 personel yang terdiri dari TNI, Polri, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api, relawan, dan unsur lainnya dilibatkan dalam penanganan karhutla. Upaya dari udara dilakukan melalui waterbombing dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
Luas wilayah terdampak menunjukkan skala karhutla yang terus membesar sepanjang tahun ini. Analisis citra satelit Sistem Pemantauan Karhutla (SiPongi) Kementerian Kehutanan mencatat 1,9 ribu hektare terdampak pada 1 Januari-31 Juli 2026, lalu bertambah 5,6 ribu hektare berdasarkan perhitungan manual Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada 1 Agustus-16 September. Sehingga akumulasi luas areal terdampak karhutla di Sumsel hingga 16 September mencapai 7,6 ribu hektare dan masih berpotensi bertambah.
Dampak kebakaran juga terasa pada kualitas udara dan kesehatan masyarakat. Konsentrasi PM2,5, yakni partikel udara berukuran sangat kecil yang dapat masuk jauh ke saluran pernapasan, di Palembang mencapai 903,6 mikrogram per meter kubik pada Minggu (4/10/2026) pukul 05.00 WIB. Dinas Kesehatan Sumsel mencatat 40.555 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) sepanjang September dengan Palembang menyumbang 10.965 kasus.
Pemadaman hingga kini masih berlangsung di sejumlah titik, termasuk Sungai Bungin dan Pedamaran di Ogan Komering Ilir, Muara Enim, serta Karang Agung, Lalan, Musi Banyuasin. Kondisi di beberapa lokasi cukup sulit karena api berada di lahan gambut dalam yang membutuhkan waktu lebih lama untuk dipadamkan, sementara titik api baru masih ditemukan. “Operasi pemadaman masih berlangsung, ada titik api yang muncul dari kemarin-kemarin, dan baru muncul hari ini,” kata Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera Ferdian Krisnanto. (RAI)