AFU.id

Dugaan Serangan Siber Mencuat di Balik Blackout Batam, Netizen Ragukan Penjelasan PLN: Klise

Bagikan:

Penulis: Raihan Immaduddin

Ringkasan Berita

Pemadaman listrik massal yang melanda Batam, Bintan, dan Tanjungpinang pada 12 Oktober 2026, diduga disebabkan oleh masuknya hewan liar ke area Gardu Induk, meskipun PLN Batam masih menyelidiki penyebab pastinya. Masyarakat mengeluhkan dampak pemadaman yang berkepanjangan terhadap layanan penting, dan muncul dugaan bahwa insiden ini mungkin terkait dengan serangan siber, meskipun belum ada bukti resmi yang mengonfirmasi hal tersebut. Warganet mulai meragukan penjelasan PLN dan mempertanyakan keamanan siber di Indonesia, sementara pakar keamanan siber menyatakan bahwa serangan semacam itu mungkin terjadi, tetapi belum ada klarifikasi resmi terkait ancaman tersebut.

Dugaan Serangan Siber Mencuat di Balik Blackout Batam, Netizen Ragukan Penjelasan PLN: Klise
Arsip - Suasana gelap gulita tanpa penerangan listrik di hampir setengah wilayah Pulau Sumatra. (FOTO AFUID)

Sementara itu, Pakar keamanan siber, Pratama Persadha, menjelaskan serangan siber terhadap sistem kelistrikan yang terintegrasi secara teknis mungkin terjadi dan dapat ditelusuri melalui uji forensik digital. Pratama mencontohkan ancaman terhadap infrastruktur strategis di luar negeri, termasuk serangan siber yang melumpuhkan Estonia pada 2007 dan penggunaan malware Stuxnet terhadap fasilitas nuklir Iran. Meski kasus-kasus tersebut menunjukkan serangan nyata siber terhadap infrastruktur vital, tetapi untuk kasus blackout Batam saat ini belum ada bukti dan klarifikasi resmi pemerintah daerah maupun pusat. (RAI)

Berita Terkait

Pilihan Redaksi