JAKARTA - AFU.ID, Berbeda dengan perkiraan orang, bantuan yang akan diberikan kepada Grace Natalie bukan bantuan hukum, melainkan bantuan dengan cara kekeluargaan. Ketua Harian DPP PSI Ahmad Ali mengaku akan memanfaatkan kedekatan pribadinya dengan Jusuf Kalla.
Grace adalah pendiri PSI. Dia setia, di saat beberapa kawan seperjuangannya hengkang dari partai yang semula berlogo mawar ini. Kesetiaan Grace pada PSI solid. Tetapi, setelah dirinya dilaporkan oleh 40 ormas Islam soal video potongan ceramah JK itu, pertanyaannya justru dibalik: apa bentuk balas budi PSI untuk Grace?
Saat kasus ini mencuat, PSI dengan tegas tidak akan memberikan bantuan hukum kepada Grace. Sikap Grace soal potongan video JK itu dinilai bukan resmi dari partai. Makanya, Grace harus menyelesaikannya sendiri.
Ahmad Ali kemudian mengambil sikap berbeda dari partainya. Ia mengaku akan mendorong agar kasus tersebut bisa diselesaikan lewat mediasi dan kekeluargaan.
Alasannya, Grace adalah pendiri, sekaligus pernah menjabat ketua umum, yang saat ini berada di posisi Sekretaris Dewan Pembina.
"Sampai kapan pun partai ini tidak akan pernah terlepas dari Mbak Grace, apalagi meninggalkan Mbak Grace," ujar Ali saat dihubungi, Kamis (6/5/2026), seperti dikutip CNN Indonesia.
Memanfaatkan Kedekatan Pribadinya
Bagi Ali, Wakil Presiden ke-10 dan 12 ini bukan orang baru dalam karier politiknya. Dia menganggap JK sebagai kakak karena sama-sama berada dalam satu organisasi yang sama, di Dewan Masjid Indonesia (DMI).
Ali mengaku masih menjabat sebagai Ketua DMI Sulawesi Tengah, dan JK sebagai ketua umum. Bahkan, orang tuanya juga merupakan anggota DMI.
"Pak JK ini kakak saya, orang tua saya. Kakak saya di HMI, orang tua saya di Dewan Masjid," ujar Ali.
Namun, meski memiliki kedekatan dengan JK, Ali mengaku juga tak akan meninggalkan Grace sebagai kolega satu partai.
Sebagai orang dekat JK, Ali mengaku akan menjadi jembatan dalam penyelesaian kasus tersebut.
Dia bahkan telah berkomunikasi dengan orang dekat JK, dan kedua pihak menurut dia memiliki keinginan agar kasus tersebut bisa diselesaikan secara kekeluargaan.
"Tadi baru saja saya ditelepon oleh salah satu orang yang dekat dengan beliau untuk mendiskusikan hal ini," katanya.
Grace bukan satu-satunya orang yang dilaporkan dalam kasus ini. Koleganya, Ade Armando dan pegiat media sosial Permadi Arya sebelumnya juga dilaporkan atas dugaan penghasutan.
Laporan tersebut diterima dan teregister dengan nomor LP/B/185/V/2026/SPKT/Bareskrim Polri tertanggal 4 Mei 2026 yang dilayangkan 40 ormas Islam yang tergabung dalam Aliansi untuk Kerukunan Umat Beragama.
Pelaporan itu buntut narasi ketiganya dalam unggahan di kanal media sosial masing-masing soal potongan video ceramah Wakil Presiden ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla (JK) di Masjid UGM.
Berbeda dengan Grace, Ade justru memilih mundur dari PSI. Dia menilai proses hukum terhadap dirinya telah terlalu jauh melibatkan partai.
Karena itu, Ade mengaku siap bertemu JK dan menyatakan maaf kepada umat Islam dan Nasrani jika pernyataannya di YouTube Cokro TV dinilai menyinggung mereka.
Namun, Ade menegaskan tak ada pernyataannya yang ditujukan untuk melukai JK maupun umat Islam dan Nasrani.
"Kalau saya dipertemukan dengan Pak JK saya juga mau ya. Atau saya harus minta maaf sama masyarakat umat Islam misalnya atau umat Kristen, saya bersedia," kata Ade dalam jumpa pers di kantor DPP PSI, Selasa (5/5).
Jubir JK, Husain Abdullah tidak menjawab apakah JK mau menerima jika Ade Armando ingin bertemu. Ia hanya mengatakan agar semua pihak mengikuti proses hukum yang berjalan.
"Karena proses hukum sedang berjalan, jadi kita ikuti saja," kata Husain saat dihubungi, Rabu (6/5).
Namun, Ali tak mengungkap apakah mediasi itu nantinya akan turut membantu penyelesaian kasus Ade Armando dan Permadi. Ade belakangan telah menyatakan mundur dari PSI karena menilai kasusnya telah terlalu jauh menyeret partai. (EER)