JAKARTA, AFU.ID — Isu mengenai kondisi kesehatan Presiden China Xi Jinping mencuat setelah sebuah unggahan di media sosial menyebut XI pingsan dan mengalami stroke saat menghadiri KTT BRICS di New Delhi. Informasi tersebut didapat dari Wanjun Xie, aktivis politik China yang tinggal di Amerika Serikat, melalui sejumlah unggahan di X pada Rabu (16/9/2026). Namun, hingga kini tidak terdapat bukti pendukung yang memvalidasi Xi mengalami pingsan maupun terkena stroke..
Xie juga mengeklaim Xi meninggalkan India lebih cepat untuk mendapatkan perawatan darurat di Rumah Sakit 301 Beijing. Xi disebut menjalani operasi dan dirawat di unit perawatan intensif setelah didiagnosis mengalami stroke iskemik parah. Spekulasi itu ikut dikaitkan dengan sejumlah momen Xi selama kunjungannya ke India. Xi memang tidak menghadiri jamuan makan malam yang digelar Perdana Menteri India Narendra Modi pada 12 September dan disebut kembali ke hotel untuk beristirahat, tetapi tidak ada penjelasan resmi yang menyebut dirinya mengalami keadaan darurat medis.
"Ketika menaiki pesawat, Xi tampak kesulitan berjalan, langkahnya sempoyongan, tubuhnya berulang kali condong ke arah kiri. Xi Jinping sudah lanjut usia. Rezimnya adalah rezim yang sedang sekarat," tulis Xie. Selain menyebar informasi teks, Xie juga membagikan rekaman yang memperlihatkan pemimpin China berusia 71 tahun itu sedang menaiki tangga pesawat.
Dalam salah satu rekaman yang beredar, Modi juga terlihat sempat menoleh ke arah delegasi China dan menanyakan kondisi Xi sebelum. Berdasarkan informasi resmi pemerintah China, Xi tetap mengikuti agenda KTT BRICS hingga sesi kedua pada 13 September. Kementerian Luar Negeri China bahkan mengatakan, Xi menyampaikan pidato dalam sesi tersebut sebelum kembali ke Beijing pada malam harinya, sesuai rangkaian kunjungan.
Menanggapi informasi tersebut, Pemerintah China mengingatkan adanya unggahan palsu dan berbahaya mengenai kondisi kesehatan Xi yang menghadiri KTT BRICS. Kementerian Luar Negeri China menegaskan, Xi hadir dalam KTT dan bertemu Modi untuk membahas hubungan kedua negara, termasuk persoalan perdagangan dan perbatasan.
Di sisi lain, Kementerian Luar Negeri India melalui unit pemeriksa faktanya juga memperingatkan mengenai unggahan media sosial yang disebut sebagai informasi palsu dan berbahaya terkait kondisi kesehatan para pemimpin KTT BRICS. Dengan demikian, informasi terkait Xi pingsan, mengalami stroke, menjalani operasi, dan dirawat di Rumah Sakit 301 belum terkonfirmasi. (RAI)