Penulis: Radiatul Husna · Reporter: Radiatul Husna
JAKARTA, AFU.ID — Amerika Serikat dan Iran belum mencapai kesepakatan akhir untuk memperpanjang gencatan senjata.
Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan kedua pihak masih membahas sejumlah poin penting.
Salah satu isu utama adalah program pengayaan uranium Iran.
“Kami belum sampai di sana, tetapi sudah sangat dekat,” kata Vance, dikutip dari BBC, Kamis, (28/5/2026).
Rancangan kesepakatan disebut mencakup perpanjangan gencatan senjata selama 60 hari.
Kesepakatan itu juga membuka pembicaraan lanjutan soal program nuklir Iran.
Namun, Iran menyebut kesepakatan belum final.
Negosiasi berlangsung di tengah saling tuduh pelanggaran gencatan senjata.
AS sebelumnya menyerang wilayah selatan Iran.
Iran kemudian mengklaim menargetkan pangkalan AS di kawasan tersebut.
Selat Hormuz juga menjadi bagian penting dalam pembicaraan.
Jalur itu dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair dunia.
Ketidakpastian kesepakatan membuat arah konflik AS-Iran masih belum jelas.
Sumber: BBC
(RHU)