JAKARTA, AFU.ID — Iran menyatakan pembicaraan dengan Amerika Serikat menunjukkan kemajuan, tetapi kesepakatan belum akan tercapai dalam waktu dekat.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baqai mengatakan sebagian besar isu dalam perundingan sudah dibahas, namun belum berarti kesepakatan siap diteken.
“Benar bahwa kami telah mencapai kesimpulan pada sebagian besar isu yang dibahas. Namun, tidak ada yang bisa mengklaim bahwa penandatanganan kesepakatan sudah dekat,” kata Baqai di Teheran, dikutip dari BBC.
Pernyataan itu meredam sinyal dari Amerika Serikat yang sebelumnya menyebut kesepakatan mungkin segera diumumkan.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan Washington sempat memperkirakan adanya perkembangan baru dalam pembicaraan tersebut.
Rancangan kesepakatan yang dibahas disebut mencakup perpanjangan gencatan senjata selama 60 hari, pembukaan kembali Selat Hormuz, dan pembicaraan lanjutan soal program nuklir Iran.
Selat Hormuz menjadi salah satu poin penting karena jalur itu dilalui sekitar 20 persen pengiriman minyak dan gas alam cair dunia.
Meski demikian, sejumlah isu berat disebut masih belum selesai, termasuk pencabutan sanksi terhadap Iran, pencairan dana Iran yang dibekukan, serta tuntutan AS agar Teheran membatasi program nuklirnya.
Presiden AS Donald Trump menyatakan kesepakatan dengan Iran harus menjadi kesepakatan besar dan bermakna. Jika tidak, menurut dia, tidak akan ada kesepakatan.
Iran menegaskan program nuklirnya hanya untuk tujuan damai, sementara AS tetap menuntut jaminan bahwa Teheran tidak mengembangkan senjata nuklir.
Sumber: BBC