JAKARTA, AFU.ID — Sebanyak 334 orang di Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, tercatat sebagai korban dugaan keracunan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Korban terdiri atas siswa TK hingga SMP, guru, ibu menyusui, dan balita yang tersebar di sekitar 20 sekolah. Gejala mulai muncul pada Selasa dan jumlah laporan meningkat hingga Rabu.
Data tim gabungan pemerintah kecamatan merinci 273 siswa SD, 19 guru SD, 40 siswa SMPN 1 Palupuh, dan dua guru SMPN 1 Palupuh. Para korban mengeluhkan sakit perut, pusing, mual, muntah, dan diare. Sebagian besar mendapat penanganan di Puskesmas Palupuh, Puskesmas Koto Rantang, serta sejumlah pustu di wilayah setempat.
Korban dengan kondisi lebih berat dirujuk ke rumah sakit di Kota Bukittinggi. Dinas Kesehatan Agam menyebut kondisi mayoritas korban relatif stabil setelah mendapat penanganan medis. “Mendapatkan informasi keracunan, kita turun ke lokasi Puskesmas Palupuh untuk memantau penanganan,” kata Kepala Dinkes Agam Hendri Rusdian, Rabu (2/9/2026).
Makanan yang dikonsumsi korban diduga berasal dari dapur penyedia MBG di wilayah Palupuh. Dinkes Agam bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengamankan sampel makanan untuk diuji di laboratorium. Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui zat atau bakteri yang mungkin memicu keluhan kesehatan.
Dapur SPPG Palupuh Pasia Laweh yang diduga memasok makanan tersebut sebelumnya menjadi objek pengawasan keamanan dan mutu pangan oleh Pemerintah Kabupaten Agam. Hasil pengawasan mencatat SPPG itu telah memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dan sedang memproses sertifikasi HACCP. Pemerintah tetap menunggu hasil laboratorium untuk memastikan penyebab kejadian.
Tim gabungan kecamatan, kepolisian, TNI, petugas kesehatan, kepala sekolah, dan guru masih memantau kondisi korban. Pemerintah juga terus memperbarui pendataan karena keluhan muncul bertahap di sejumlah sekolah. Penyebab pasti dugaan keracunan belum dapat disimpulkan sebelum hasil uji BPOM dan investigasi selesai.
Korban yang mengalami mual, muntah, diare, pusing, atau sakit perut diarahkan segera mendapat pemeriksaan medis. Penanganan dilakukan di fasilitas kesehatan terdekat, sedangkan rujukan disiapkan bagi pasien yang membutuhkan perawatan lebih lanjut. Kasus tersebut masih berstatus dugaan dan proses investigasi berlanjut. (RHU)