Nikmati fitur lengkap distribusi bias, newsletter, pemberitahuan berita
Kebakaran di Senen Hanguskan 15 Rumah, 120 Warga Mengungsi
Bagikan:
Penulis: Fandi Permana · Reporter: Fandi Permana
Kebakaran menghanguskan permukiman warga di Jalan Kramat Sawah 10, RT 008/002, Kelurahan Paseban, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat, pada Kamis (20/8/2026) malam menyisakan dampak materil. (Dok. Gulkarmat DKI)
JAKARTA, AFU.ID - Kebakaran menghanguskan permukiman warga di Jalan Kramat Sawah 10, RT 008/002, Kelurahan Paseban, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat, pada Kamis (20/8/2026) malam menyisakan dampak materil. Sebanyak 15 hangus terbakar dalam peristiwa itu.
Sebagai informasi, kebakaran itu terjadi pukul 20.00 malam dan membutuhakan waktu 3 jam lebih untuk proses pemadaman. Puluhan unit mobil pemadam dikerahkan untuk memadamkan api hingga dinyatakan selesai, Jumat (21/8/2026) dini hari.
"Pemadaman dinyatakan selesai pada pukul 22.49 WIB dengan situasi dinyatakan hijau. Total 32 unit dengan 160 personel dikerahkan untuk menangani kebakaran tersebut," kata Command Center Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta, Jumat.
Dampak kebakaran itu terdata mencapai 600 meter persegi. Beruntung tak ada korban jiwa maupun korban luka dalam insiden tersebut. Namun, sebanyak 32 kepala keluarga atau 120 jiwa terpaksa mengungsi. "Terdapat 8 rumah di RT 008 yang terdampak dengan jumlah 13 KK atau 52 jiwa dan 7 rumah di RT 009 dengan 19 KK atau 68 jiwa."
Penyebab kebakaran masih dalam proses penyidikan. Nilai kerugian juga masih dalam proses penghitungan.Sebagai informasi, laporan data Command Center Dinas Gulkarmat DKI Jakarta terdapat belasan rumah yang terdampak kebakaran. "Objek rumah terdampak 15 rumah dari 2 RT," demikian keterangan tersebut.
Kebakaran di Paseban, Senen, pertama kali dilaporkan pada pukul 20.00 WIB. Api berhasil dipadamkan pada pukul 22.49 WIB oleh 32 unit damkar. Tidak ada korban dalam peristiwa tersebut. Sementara untuk penyebab kebakaran belum diketahui.
"Dugaan penyebab proses penyelidikan," pungkas laporan itu. (FAP)