JAKARTA, AFU.ID — Tawuran antarkelompok pecah di kawasan Kalibaru, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, dan merenggut nyawa seorang pemuda berinisial RM (19). Korban ditemukan mengalami luka berat setelah kedua kelompok saling menyerang menggunakan senjata tajam. Polisi masih menyelidiki kejadian tersebut dan memburu pihak-pihak yang terlibat.
Peristiwa itu terjadi di sekitar RW 13 Kalibaru pada Senin dini hari. Rekaman yang beredar memperlihatkan dua kelompok saling mendekat dan menyerang di tengah jalan dengan membawa senjata tajam. Seorang korban kemudian terlihat terkapar setelah terkena serangan kelompok lawan.
Kapolsek Cilincing AKP Bobi Subasri mengatakan RM mengalami luka pada bagian kepala dan pergelangan tangannya terputus. Korban meninggal dunia dan telah dimakamkan oleh pihak keluarga. “Korbannya sudah meninggal dunia, dikubur kemarin oleh pihak keluarga,” kata Bobi (28/07/26).
Berdasarkan keterangan awal kepolisian, korban sebelumnya mengonsumsi minuman keras bersama sejumlah temannya. Mereka kemudian bergabung dengan kelompok lain dan mendatangi kelompok lawan di wilayah Kalibaru. Pertemuan kedua kelompok tersebut berujung saling serang menggunakan senjata tajam.
Polisi belum mengungkap identitas maupun jumlah orang yang diduga terlibat dalam serangan terhadap korban. Penyidik masih mengumpulkan keterangan saksi dan menelusuri rekaman yang berkaitan dengan kejadian. Penangkapan terhadap para pelaku disebut masih dalam proses.
Setelah tawuran tersebut, kepolisian mempertemukan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, pengurus lingkungan, dan kelompok remaja setempat. Kelompok remaja dari dua wilayah kemudian menyepakati perdamaian dan berjanji tidak melakukan serangan balasan. Polisi juga mengingatkan setiap orang yang membawa senjata tajam tanpa hak akan diproses sesuai hukum.
Polsek Cilincing berencana mendirikan pos pemantauan di kawasan Tanggul WIKA Pangkalan Pasir, Kalibaru. Petugas bersama unsur masyarakat akan meningkatkan pengawasan pada waktu-waktu yang dianggap rawan tawuran. Upaya tersebut dilakukan untuk mencegah bentrokan serupa kembali merenggut korban jiwa. (RHU)