JAKARTA, AFU.ID — Mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Lodewyk Pusung mempertanyakan keberadaan sosok Catur yang diyakini kuat mencatut namanya dalam praktik pencaloan titik dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Makan Bergizi Gratis (MBG). Praktik itu terungkap setelah seorang rekanan bernama Widhi, bersama ayahnya Wang Naing mengaku dimintai ratusan juta rupiah untuk mendapatkan kuota dapur MBG.
Berdasarkan pengakuan mereka, Catur yang berperan sebagai perantara berdalih sebagian dana ratusan juta tersebut diperuntukkan untuk Lodewyk Pusung. “Wang Naing itu merupakan kakak kandung Sjafrie Sjamsoeddin. Ibu Widhi ini mengaku membayar Rp980 juta untuk mendapatkan tiga titik dapur pada bulan April 2026 kemarin, dan Catur menyebut Rp300 juta untuk Lodewyk” ungkap Lodewyk di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus), Kamis (20/8/2026).
“Saya tanyakan, siapa yang bilang itu, kemudian mereka menjawab itu perkataan Catur. Catur itu broker yang sampai sekarang belum diketahui keberadaannya di mana, berita-berita seperti itu saya sampaikan kepada Pak Sjafrie," kata Lodewyk.
Atas dasar itu, Lodewyk mengaku dirinya telah melaporkan fitnah tersebut kepada Menteri Pertahanan (Menhan), Sjafrie Sajamsoeddin. Laporan fitnah tersebut dikirim Lodewyk melalui pesan WhatsApp pada 1 Juni, dua hari sebelum ia ditangkap penyidik kejaksaan. Lodewyk turut membantah tudingan isu dirinya meminta mobil BMW tipe baru.
Kemudian, Sjafrie dikatakan merespons fitnah tersebut dengan sinyal adanya perombakan kepala dan wakil kepala BGN. Lodewyk pun menyatakan dirinya siap jika dirinya digeser dari jabatan sebagai wakil kepala BGN. “Namun, kalau saya diganti karena fitnah, ini tidak baik bagi diri saya ke depan,” ujar Lodewyk menirukan pesan yang dikirimnya ke Sjafrie.
Dalam sidang praperadilan tersebut, Lodewyk juga menekankan dirinya tidak pernah terlibat dalam pengadaan barang dan jasa di BGN. “Saya tidak pernah diundang dalam rapat pengadaan,” tegasnya. Ia mengaku hanya pernah memimpin rapat yang membahas teknologi di Kementerian Pertanian.
Selain itu, Lodewyk juga turut menegaskan dirinya tidak pernah memberikan arahan yang bertentangan dari tugas dan kewenangannya. “Yang jelas saya hanya melakukan tugas sebagai Kepala BGN karena amanah langsung dari Prabowo,” pungkas Lodewyk (NAD)