JAKARTA, AFU.ID — Sosok yang sebelumnya disebut sebagai seorang jaksa dalam kasus kematian Kepala Rumah Tangga (Karumga) kediaman Febrie Adriansyah, Sutrimo telah terbantah. Bantahan tersebut dilontarkan Kejaksaan Agung (Kejagung). Kejagung mengungkapkan, sosok yang bernama Febrio Adiono itu hanya seorang staff biasa di Kejaksaan.
Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum), Anang Supriatna mengatakan dirinya pribadi tidak mengenal Febrio sama sekali. “Jadi saya tidak berhak mengomentari itu,” ungkap Anang. Ia hanya menegaskan, Febrio seorang pegawai kejaksaan, staff administrasi Febrie Adriansyah yang masih bekerja sampai saat ini.
Sebelumnya, beredar kabar Febrio Adiono yang mengantar jasad Sutrimo adalah seorang jaksa. Isu tersebut muncul dari beberapa unggahan yang ikut melampirkan sebuah foto seorang jaksa dengan name tag "Febrio" di dada kanan. "Sosok Febrio Adiono diketahui merupakan seorang jaksa. Namanya tercantum sebagai penanggung jawab jenazah Sutrimo di RS Muhammadiyah Taman Puring, dengan hubungan yang ditulis 'kerabat'," demikian diunggah akun @RA_leather, dikutip Rabu 29 Juli lalu.
Unggahan serupa juga ditampilkan akun @aermeneeral. "Kematian Sutrimo (42) penjaga rumah Febrie Adriansyah memasuki babak baru. Nama Febrio Adiono tercatat sebagai kerabat dan penanggung jawab yang membawa jenazah ke Rumah Sakit Muhamadiyah. Dilain sisi, keluarga bahkan tidak mengenal Febrio Adiono, karena saat jenazah diantarkan ke rumah duka pun diantar orang tidak dikenal dan disebut berbadan tegap," tulisnya.
Postingan ini memantik isu yang lebih liar. Pasalnya, Febrio kemudian diduga juga merupakan sosok ajudan mantan Jampidsus Febrie Adriansyah, yang diisukan tewas ditembak dan jenazahnya belum ditemukan. Isu ini awalnya diposting Instagram @gianluigich dan pesan berantai WhatsApp yang mengklaim bahwa ajudan Febrie Adriansyah tewas ditembak oleh orang tidak dikenal usai penjaga rumahnya meninggal dunia.
Isu ini juga sebelumnya telah dibantah oleh Metro Jaya Kombes Pol Bhudi Hermanto secara tegas menepis isu penembakan ajudan tersebut dan memastikannya sebagai informasi palsu. "Sejauh ini kami sudah mengonfirmasi dengan Kasat Reskrim Jakarta Selatan, itu adalah hoaks," tegas Bhudi Hermanto. (NAD)