JAKARTA, AFU.ID — Aplikasi Cek Bansos masih menjadi salah satu layanan yang dapat digunakan masyarakat untuk mengetahui status penerima bantuan sosial pada Oktober 2026. Melalui layanan milik Kementerian Sosial tersebut, masyarakat dapat mengecek sejumlah program bantuan yang bersumber dari data kesejahteraan sosial pemerintah. Pengecekan dilakukan menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan data wilayah tempat tinggal. Layanan ini dapat diakses melalui aplikasi maupun situs resmi yang disediakan pemerintah.
Pemerintah belum mengumumkan jadwal maupun skema penyaluran program tersebut untuk 2026. Karena itu, masyarakat disarankan memantau informasi melalui kanal resmi pemerintah dan menghindari informasi yang tidak dapat dipastikan kebenarannya. Sementara menunggu kepastian BLT Kesra, sejumlah program bansos lain masih berjalan pada Oktober 2026. Di antaranya Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Bantuan Pangan Beras, hingga Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI JKN).
Untuk melakukan pengecekan, masyarakat dapat mengunduh aplikasi Cek Bansos melalui aplikasi resmi di telepon genggam. Setelah aplikasi terpasang, pengguna dapat memilih menu cek penerima bansos dan mengisi data yang diminta sesuai identitas kependudukan. Sistem kemudian akan menampilkan data kepesertaan bansos apabila nama yang dicari terdaftar dalam basis data pemerintah. Hasil pencarian juga akan menunjukkan jenis bantuan yang diterima sesuai data yang tersedia.
Program Keluarga Harapan menjadi salah satu bansos yang masih disalurkan kepada keluarga penerima manfaat yang memenuhi syarat. Besaran bantuan berbeda sesuai kategori penerima, mulai dari ibu hamil, peserta didik, lanjut usia, hingga penyandang disabilitas berat. Penyaluran dilakukan secara bertahap melalui bank Himbara maupun PT Pos Indonesia. Status penerima dapat dicek melalui aplikasi Cek Bansos menggunakan NIK KTP.
Selain PKH, masyarakat juga dapat mengecek status penerima BPNT atau Program Sembako. Program ini memberikan bantuan senilai Rp200.000 per bulan kepada keluarga penerima manfaat yang memenuhi kriteria pemerintah. Pada beberapa periode penyaluran, bantuan dapat dicairkan sekaligus untuk beberapa bulan. Informasi kepesertaan program tersebut juga dapat muncul dalam hasil pencarian aplikasi Cek Bansos.
Bantuan Pangan Beras turut menjadi salah satu program yang menyasar jutaan keluarga penerima manfaat. Dalam program ini, penerima memperoleh bantuan beras sebanyak 10 kilogram per bulan sesuai periode penyaluran yang ditetapkan pemerintah. Penerima biasanya mengambil bantuan di lokasi distribusi yang telah ditentukan dengan membawa dokumen kependudukan yang diperlukan. Masyarakat dapat memantau status kepesertaan melalui layanan resmi pemerintah.
Sementara itu, bantuan pendidikan seperti Program Indonesia Pintar (PIP) dan KIP Kuliah memiliki mekanisme pengecekan tersendiri. Kedua program tersebut tidak menggunakan aplikasi Cek Bansos sebagai sarana utama verifikasi penerima. Peserta didik dan mahasiswa perlu melakukan pengecekan melalui sistem resmi masing-masing program pendidikan. Karena itu, masyarakat perlu memastikan jenis bantuan yang ingin dicek sebelum mengakses layanan.
Pemerintah mengingatkan bahwa terdaftar dalam kelompok desil kesejahteraan tertentu tidak otomatis membuat seseorang menerima seluruh jenis bansos. Penetapan penerima tetap mempertimbangkan kriteria program, kuota penerima, pemutakhiran data, dan hasil verifikasi pemerintah daerah. Oleh karena itu, hasil pengecekan pada aplikasi Cek Bansos dapat berbeda untuk setiap keluarga. Masyarakat juga diminta rutin memperbarui data kependudukan agar tidak terkendala saat proses verifikasi bantuan. (RHU)