JAKARTA, AFU.ID — Veda Ega Pratama akan memulai balapan Moto3 Aragon 2026 dari posisi ke-22. Pembalap Honda Team Asia itu gagal melaju ke Q2 setelah menempati urutan kedelapan pada Q1 di MotorLand Aragon, Sabtu (29/08/26). Hasil tersebut membuat upayanya mengejar tambahan tiga poin untuk mencapai 100 poin musim ini menjadi lebih berat.
Veda mencatat waktu terbaik 1 menit 58,041 detik dalam Q1 yang diikuti 12 pembalap. Hanya empat pembalap teratas yang berhak melanjutkan ke Q2, sehingga Veda harus menerima posisi start dari baris kedelapan. Sebelumnya, ia juga mengakhiri sesi Practice di urutan ke-20 dan tidak mendapat tiket langsung ke Q2.
David Almansa merebut pole position dengan catatan waktu 1 menit 56,347 detik. Marco Morelli dan Maximo Quiles akan mendampinginya di barisan terdepan Moto3 Aragon. Sementara itu, Veda harus melewati rombongan besar sejak lap awal untuk membuka peluang meraih poin.
Veda datang ke Aragon dengan 97 poin dan menempati peringkat keenam klasemen sementara Moto3 2026. Ia hanya membutuhkan tambahan tiga poin, yang bisa diperoleh dengan finis minimal di posisi ke-13. Target tersebut masih terbuka, tetapi posisi start dari barisan belakang memperbesar tantangan dalam persaingan kelompok tengah.
Pembalap asal Gunungkidul, Yogyakarta, itu membawa modal finis kesembilan pada GP Inggris di Silverstone. Saat itu, Veda memperbaiki posisi start dari urutan ke-15 dan naik enam tingkat hingga garis finis. Ia juga mengalahkan Matteo Bertelle dengan selisih 0,075 detik dalam perebutan posisi kesembilan.
Veda bukan pendatang baru dalam kompetisi balap internasional. Sebelum naik ke Moto3, ia menjadi runner-up Red Bull Rookies Cup 2025 dengan catatan tiga kemenangan dan enam podium. Pada musim debutnya di Moto3, Veda juga telah dua kali naik podium dan menjadi pembalap Indonesia pertama yang meraih podium Grand Prix.
Balapan utama Moto3 Aragon dijadwalkan berlangsung Minggu (30/08/26) pukul 16.00 WIB dengan jarak 17 lap. Posisi start tersebut membuat Veda harus mengejar sejak lap awal sambil menjaga peluang bertahan di kelompok perebut poin. Hasil lomba akan menentukan apakah ia mampu mencapai 100 poin sekaligus mempertahankan posisi enam besar klasemen. (RHU)