MISANO, AFU.ID — Pebalap muda asal Indonesia, Veda Ega Pratama, harus menerima hasil kurang memuaskan usai mengakhiri balapan Moto3 San Marino 2026 di posisi ke-18. Pebalap Honda Team Asia tersebut gagal mengamankan tambahan poin setelah mengalami penurunan ritme kecepatan pertengahan balapan di Sirkuit Misano, Italia, pada Minggu (13/09/2026).
Veda yang memulai balapan dari posisi ke-16 sempat melakukan start cukup baik dan berada di barisan persaingan poin zona 15 besar. Pada lap ketiga, pebalap asal Gunungkidul ini sempat melesat ke peringkat ke-15 memanfaatkan momen melebarnya pebalap lain. Namun, memasuki lap kedelapan hingga kesebelas, Veda kesulitan menjaga kestabilan waktu lap sehingga bertahap melorot ke urutan ke-19 hingga ke-20.
Upaya Veda untuk kembali menusuk ke posisi 15 besar tertahan oleh sengitnya rombongan pebalap di grup tengah yang dihuni Guido Pini, Jesus Rios, hingga Alvaro Carpe. Kendati beberapa pebalap di depannya terkena penalti long lap, Veda yang finis berjarak 26,611 detik dari pemenang utama balapan belum mampu merebut kembali posisi pencetak poin.
Sementara itu, persaingan sengit terjadi di barisan terdepan antara David Almansa, Brian Uriarte, dan Maximo Quiles. Maximo Quiles secara dramatis mengunci gelar juara Moto3 San Marino 2026 setelah melakukan manuver krusial menyalip David Almansa di tikungan terakhir menjelang garis finish. Podim kedua diamankan oleh Almansa, disusul Brian Uriarte di posisi ketiga.
Dengan hasil balapan di Sirkuit Misano ini, Veda Ega Pratama gagal menambah angka di papan klasemen sementara Moto3 2026. Tim Honda Team Asia dipastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penataan set-up motor dan ritme balap Veda guna mengahadapi seri balapan berikutnya. (RHU)