JAKARTA, AFU.ID – Mobil Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang membawa sekitar 980 ompreng Makan Bergizi Gratis (MBG) mengalami kecelakaan di jalan lingkar Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, Senin (10/8/2026). Mobil bernomor polisi P-8312-VS itu menabrak bagian belakang truk tronton hingga ringsek.
Kecelakaan tersebut menyebabkan kernet mobil berinisial GIM (28) meninggal dunia, sementara sopir berinisial KN (19) mengalami luka-luka. Saksi bernama Marwan mengatakan kecelakaan terjadi sekitar pukul 09.00 WIB. Saat itu, mobil SPPG melaju di belakang truk yang berjalan searah. Mobil tersebut kemudian diduga hendak menyalip truk.
Namun, dari arah berlawanan muncul sepeda motor sehingga sopir mobil SPPG diduga membanting kemudi ke kiri. "Saat menyalip, dari arah berlawanan melaju sebuah sepeda motor. Sepertinya enggak nutut, mobil ini (SPPG) lalu banting ke kiri. Kena lah bagian belakang truk," kata Marwan. Benturan keras membuat bagian depan sebelah kiri mobil SPPG ringsek parah.
GIM meninggal dunia di lokasi, sedangkan KN mengalami luka dan telah dievakuasi ke fasilitas kesehatan terdekat. Mobil tersebut berasal dari salah satu SPPG di Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro. Kendaraan itu membawa sekitar 980 ompreng MBG yang akan didistribusikan pada sesi kedua pengiriman. Polisi masih melakukan penanganan di lokasi untuk memastikan rangkaian kecelakaan tersebut.
Kanit Gakkum Satlantas Polresta Banyuwangi Ipda Tri Pepri Alfian mengatakan petugas masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). "Kami masih melakukan penanganan dan olah TKP," kata Tri. Mobil SPPG yang ringsek kemudian dipindahkan dari lokasi menggunakan kendaraan towing. Sopir truk tronton berinisial M (53) mengaku syok setelah kendaraannya ditabrak mobil SPPG. Warga Kecamatan Rogojampi itu mengatakan kecelakaan tersebut merupakan pengalaman pertama selama menjadi sopir sejak 1995.
M mengatakan sebelum kecelakaan, truknya melaju pelan setelah memuat tepung untuk didistribusikan ke wilayah Kota Banyuwangi. "Saya tadi pelan, saya fokus ke depan, saya kaget tiba-tiba ada suara keras, saya kira suara ban meletus, ternyata saya lihat mobilnya bagian depan sudah nancap di bagian belakang truk," tutur M. Polisi masih menyelidiki penyebab kecelakaan, termasuk memastikan kondisi dan kecepatan mobil SPPG sebelum menabrak truk. (FAD)