Nikmati fitur lengkap distribusi bias, newsletter, pemberitahuan berita
Mengapa Kali Bekasi Mendadak Hitam dan Berbusa? Ini Penyebabnya
Bagikan:
Penulis: Raihan Immaduddin
Ringkasan Berita
Kali Bekasi mengalami perubahan warna menjadi hitam dan berbusa setelah hujan di wilayah hulu Sungai Cileungsi, yang menyebabkan endapan limbah industri terbawa arus ke hilir. Penurunan kualitas air ini telah terdeteksi melalui pengujian Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang menunjukkan sejumlah parameter melampaui baku mutu lingkungan, sementara penanganan dilakukan oleh kementerian dan dinas terkait untuk menyelidiki penyebab pencemaran, termasuk penyegelan empat perusahaan laundry di Bogor. Warga diimbau untuk tidak menggunakan air yang terkontaminasi hingga dinyatakan aman.
Kali Bekasi berubah warna menjadi hitam dan berbusa setelah hujan mengguyur wilayah hulu Sungai Cileungsi pada Rabu (19/8/2026). (Antara)
JAKARTA, AFU.ID —Kali Bekasi berubah warna menjadi hitam dan berbusa setelah hujan mengguyur wilayah hulu Sungai Cileungsi pada Rabu (19/8/2026). Ketua Komunitas Peduli Sungai Cileungsi Cikeas (KP2C) Puarman menjelaskan, kondisi itu terjadi ketika debit sungai yang sebelumnya menyusut saat kemarau kembali meningkat dan membawa endapan limbah ke arah hilir.
Penyusutan debit terjadi setelah wilayah hulu mengalami hari tanpa hujan (HTH) selama lebih dari 10 hari. Saat debit Sungai Cileungsi hampir nol, limbah industri menjadi lebih dominan dan mengendap di dasar sungai sebagai sedimen. Ketika hujan kembali turun, derasnya aliran air mengaduk endapan tersebut hingga terbawa menuju hilir.
Material limbah itu terlihat dari perubahan kondisi air di sejumlah titik Sungai Cileungsi. Air di Jembatan Cikuda yang sebelumnya menghitam disebut kembali lebih bersih setelah sedimen terbawa arus, sementara buih dari kawasan Curug Parigi ikut bergerak menuju hilir. "Buktinya air di Jembatan Cikuda yang kemarin hitam, hari ini cukup bersih karena sedimen limbah sudah hanyut ke hilir," ujar Puarman.
Kondisi serupa bukan kali pertama terjadi di Kali Bekasi. Perubahan warna dan munculnya buih juga sempat dilaporkan pada pertengahan Juli serta kembali terlihat pada awal Agustus 2026, sementara hasil pemeriksaan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi menunjukkan sejumlah parameter kualitas air telah melampaui baku mutu lingkungan. Temuan tersebut meliputi Total Suspended Solids (TSS), Biochemical Oxygen Demand (BOD), Dissolved Oxygen (DO), nikel terlarut, seng terlarut, tembaga terlarut, dan Fecal Coliform.
Penanganan kini dilakukan lintas wilayah dengan melibatkan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), DLH Kabupaten Bogor, DLH Kota Bekasi, dan DLH Provinsi Jawa Barat. KLH telah menyegel empat perusahaan jasa laundry di Kabupaten Bogor pada 18 Agustus 2026 untuk menelusuri dugaan kaitannya dengan pencemaran. Sementara itu, penurunan kualitas air turut berdampak pada produksi di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Teluk Buyung dan suplai air bersih Perumda Tirta Patriot, sehingga warga diminta tidak menggunakan air yang berpotensi terdampak untuk konsumsi hingga dinyatakan aman. (RAI)