JAKARTA, AFU.ID — Keributan pecah di bedeng pekerja proyek di Sawangan, Kelurahan Benoa, Kuta Selatan, Badung, Bali. Peristiwa yang terjadi pada Minggu (6/9/2026) malam itu berujung pada satu orang meninggal dunia dan empat lainnya mengalami luka-luka. Kelima korban masing-masing berinisial AW (24), YK (19), RBB (22), SRM (24), dan FRM (20).
Polisi baru menerima laporan terkait kejadian tersebut pada Kamis (10/9/2026). Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu I Gede Adi Saputra Jaya mengatakan Polsek Kuta Selatan masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap rangkaian kejadian tersebut. “Kejadian baru dilaporkan pada Kamis (10/9) di SPKT Polsek Kuta Selatan. Saat ini, Polsek Kuta Selatan tengah melakukan penyelidikan terkait dengan kejadian tersebut,” kata Adi dalam keterangannya, Sabtu (12/9/2026).
Keributan bermula ketika YK hendak pergi ke kamar mandi. Saat itu, ia tidak sengaja menyenggol seng hingga menimbulkan suara keras. Suara tersebut kemudian menarik perhatian seorang satpam berinisial IKTR (22) yang sedang melakukan patroli di sekitar bedeng pekerja. IKTR menghampiri YK dan menanyakan suara yang terdengar dari sekitar toilet.
YK kemudian menjelaskan bahwa suara tersebut muncul karena dirinya tidak sengaja menyenggol seng. Namun, menurut keterangan yang diterima polisi, satpam tersebut menyebut YK banyak alasan dan meminta korban memanggil teman-temannya. Keributan kemudian berkembang ketika AW terbangun dari tidurnya. AW menghampiri YK sambil membawa pisau dan mengatakan kepada satpam bahwa teman-temannya tidak pernah membuat keributan.
Situasi semakin memanas. Sejumlah pekerja yang berada di sekitar lokasi kemudian marah dan melakukan pemukulan terhadap AW bersama teman-temannya. “Mendengar perkataan tersebut, beberapa pekerja yang ada di sekitar kejadian marah dan melakukan pemukulan terhadap saksi dan teman-temannya. Saksi dan teman-temannya diamankan di pos satpam dalam keadaan luka-luka,” ujar Adi.
Sementara itu, berdasarkan keterangan IKTR, situasi semakin kacau setelah seorang pekerja datang dari lantai dua sambil membawa pisau dan menodongkannya kepada dirinya. “Aksi tersebut kemudian memicu keributan yang melibatkan sejumlah orang di lokasi,” kata Adi. Akibat keributan tersebut, AW mengalami sejumlah luka, antara lain pada bagian bibir, mata, pipi, tangan kanan, dan kaki kiri.
Ia sempat menjalani perawatan di RSUP Prof. Ngoerah Denpasar. Namun, kondisi AW kemudian memburuk hingga akhirnya meninggal dunia. Jenazah korban disemayamkan di rumah sakit tersebut. Orang tua AW telah memberikan persetujuan untuk dilakukan autopsi. Sementara empat korban lainnya juga mengalami luka dan masih mendapatkan penanganan medis di RSUP Prof. Ngoerah Denpasar.
Polisi telah mengamankan satu buah pisau dan dua potongan besi pipa sebagai barang bukti. Sat Reskrim Polresta Denpasar dan Polsek Kuta Selatan juga telah mengamankan 11 orang untuk dimintai keterangan sebagai saksi. Hingga kini, polisi masih mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat dan mendalami rangkaian keributan yang berujung pada kematian AW tersebut. (FAD)