Nikmati fitur lengkap distribusi bias, newsletter, pemberitahuan berita
Korban Tewas Gempa Flores NTT Tembus 100 Orang, BNPB: Gempa Susulan Masih Berlangsung hingga Empat Pekan ke Depan
Bagikan:
Penulis: Raihan Immaduddin
Pasien terdampak gempa dievakuasi di halaman RS Siloam Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Sabtu (15/8/2026). (Antara)
JAKARTA, AFU.ID — Korban tewas akibat gempa yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 15 Agustus 2026 bertambah menjadi 100 orang. Jumlah tersebut meningkat setelah sejumlah korban yang sebelumnya mengalami luka berat tidak berhasil diselamatkan meski telah mendapat perawatan. Hingga Senin (24/8/2026),1.603 orang masih menjalani perawatan dan 180.327 warga mengungsi.
Kepala BNPB Suharyanto mengatakan, korban meninggal pada awal kejadian tercatat 48 orang, kemudian terus bertambah selama proses penanganan berlangsung. Data terbaru juga mencatat 73.818 rumah mengalami kerusakan dengan rincian 23.276 rusak berat, 17.563 rusak sedang, dan 32.979 rusak ringan. Selain rumah warga, sebanyak 1.915 fasilitas umum seperti sekolah, tempat ibadah, kantor pemerintahan, dan infrastruktur lainnya turut terdampak.
Kondisi di Flores masih dipengaruhi aktivitas gempa susulan yang terus terjadi setelah gempa utama. Hingga hari kedelapan, BMKG mencatat 6.409 kali gempa susulan yang membuat sebagian warga tetap memilih berada di luar rumah meski bangunan mereka tidak mengalami kerusakan atau hanya rusak ringan. “Masyarakat masih banyak yang takut sehingga tetap mengungsi di luar rumah,” kata Suharyanto dalam konferensi pers, Senin.
BNPB memperkirakan aktivitas gempa susulan masih akan berlangsung selama tiga hingga empat pekan ke depan sebelum kondisinya berangsur lebih stabil. Situasi tersebut membuat penanganan tidak hanya berfokus pada korban luka dan kerusakan bangunan, tetapi juga pemenuhan kebutuhan warga yang masih mengungsi. Pemerintah bersama berbagai pihak terus menyalurkan bantuan ke sejumlah wilayah terdampak di Flores.
Total logistik yang telah tersedia di Posko Labuan Bajo mencapai sekitar 1.624 ton untuk disalurkan ke Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, Manggarai Barat, dan Ngada. Sementara bantuan yang masuk melalui posko nasional di Bandara Halim Perdanakusuma tercatat 1.225 ton, termasuk 869 ton untuk wilayah tertentu dan 356 ton untuk Maumere. Bantuan juga datang langsung dari pemerintah, swasta, perorangan, serta berbagai pihak lain tanpa melalui posko nasional sehingga pencatatannya terpisah.