JAKARTA, AFU.ID — Kebakaran hutan dan lahan di Taman Nasional Way Kambas (TNWK), La.mpung Timur, sulit dipadamkan. Rapatnya vegetasi dan tajuk pepohonan menghalangi air yang dijatuhkan helikopter water bombing mencapai permukaan lahan yang terbakar. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung, Aswarodi, mengatakan pemadaman melalui jalur udara menghadapi kendala karena kondisi vegetasi di kawasan hutan tersebut.
Air yang dijatuhkan dari helikopter tidak sepenuhnya mencapai titik api. "Kucuran air terhalang sehingga tidak sampai ke permukaan yang terbakar," kata Aswarodi, Minggu (18/10/2026). Menurut Aswarodi, rapatnya tajuk pepohonan membuat air dari helikopter hanya menembus vegetasi dalam bentuk percikan kecil hingga ke dasar lahan gambut. Akibatnya, pemadaman langsung di titik kebakaran menjadi lebih sulit.
Selain menggunakan helikopter water bombing, pemerintah mengerahkan pesawat untuk menjalankan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Namun, upaya tersebut juga menghadapi kendala karena minimnya pertumbuhan awan konvektif di langit Lampung bagian timur sejak 14 Oktober 2026. Aswarodi mengatakan tim udara telah melaksanakan tiga sortie penerbangan di wilayah udara Lampung.
Upaya modifikasi cuaca sebelumnya sempat menghasilkan hujan ringan pada 11 Oktober 2026 setelah penyemaian awan. Namun, hujan justru turun di wilayah Metro dan Natar akibat pergerakan angin. Minimnya pertumbuhan awan membuat Smart Aviation selaku penyedia layanan kesulitan melakukan penyemaian awan tambahan.
Pemprov Lampung mengerahkan 350 personel Satuan Tugas Darat untuk menangani kebakaran di TNWK. Tim gabungan tersebut melibatkan unsur Kodam, Batalyon TP, Kodim, BPBD Lampung Timur, dan Masyarakat Peduli Api. Aswarodi mengatakan penanganan saat ini dipusatkan pada kawasan TNWK yang terbakar sejak pertengahan bulan lalu.
Di kawasan tersebut, petugas mendeteksi 25 titik panas berskala sedang. Menurut Aswarodi, titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi juga mendominasi temuan di wilayah itu. Di tengah kendala pemadaman dari udara, petugas gabungan terus melakukan penanganan melalui jalur darat dan udara untuk mengatasi kebakaran di kawasan konservasi tersebut. (FAD)