JAKARTA, AFU.ID — Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) membantah isu anak diduga keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Karo mengalami hilang ingatan hingga 70 persen akibat kerusakan otak. Direktur Medis dan Keperawatan RSCM, dr. Renan Sukmawan, Sp.JP(K), mengatakan hasil pemeriksaan terhadap salah satu pasien tidak menunjukkan adanya kerusakan organ maupun gangguan fungsi otak sesuai hasil evaluasi neurologi dan pemeriksaan elektroensefalografi (EEG).
“Tidak ada kerusakan organ maupun gangguan fungsi otak," kata Renan dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (17/9/2026). Sebelumnya, Febiona Purba, siswi asal Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, diduga mengalami hilang ingatan hingga mengalami kerusakan otak setelah mengonsumsi MBG. Menurut tim dokter RSCM, daya ingat dan fungsi kognitif pasien dalam kondisi sangat baik.
Salah satu indikatornya terlihat dari kemampuan pasien menceritakan kembali kronologi kejadian secara jelas. Keluhan awal yang menyerupai kejang juga telah dievaluasi. Tim medis menyimpulkan kondisi tersebut merupakan serangan panik atau panic attack akibat kecemasan, bukan epilepsi maupun gangguan psikotik. Saat ini, kondisi emosional pasien telah stabil dan masih mendapatkan pendampingan.
Selain pasien pertama, RSCM juga menangani pasien kedua yang sebelumnya mengalami penurunan fungsi ginjal akut. Kepala Departemen Kesehatan Perempuan dan Anak RSCM, Dr. dr. Fatimah Safira Alatas, Ph.D., Sp.A(K), bersama tim medis menyatakan fungsi ginjal pasien telah memasuki fase pemulihan dan kembali normal. Pasien tersebut juga tidak memiliki riwayat penyakit ginjal sebelumnya.
Secara fisik, pasien kini telah mampu berdiri, berjalan, dan melakukan aktivitas secara mandiri. Kondisi kejiwaannya juga dinyatakan stabil. Kedua pasien telah menjalani perawatan di RSCM sejak 12 September 2026. RSCM memastikan keduanya tidak pernah membutuhkan perawatan di ruang ICU. "Sejak tiba di RSCM, kedua pasien selalu berada di ruang rawat biasa dengan tingkat kesadaran yang baik dan mampu berkomunikasi dengan lancar," ujar Renan.
Melihat kondisi yang telah membaik, kedua pasien dipersiapkan untuk menjalani perawatan lanjutan secara rawat jalan sehingga dapat segera kembali ke daerah dan bersekolah. RSCM selanjutnya akan mengirimkan laporan medis dan berkoordinasi dengan tim dokter di Sumatera Utara untuk memantau perkembangan kondisi kedua pasien selama masa pemulihan. RSCM juga meminta publik dan media menjaga privasi kedua pasien yang masih berusia remaja.
Rumah sakit menilai paparan publik dan wawancara media secara berlebihan dapat mengganggu stabilitas psikologis pasien yang baru saja menjalani pemulihan. RSCM bersama keluarga pasien meminta agar keduanya mendapatkan lingkungan yang kondusif selama proses pemulihan.
Tim medis yang hadir dalam konferensi pers tersebut antara lain Kepala Departemen Psikiatri RSCM Dr. dr. Kristiana Siste, Sp.KJ(K), Konsultan Neurologi Anak Prof. Dr. dr. Setyo Handryastuti, Sp.A(K), Konsultan Psikiatri Anak dan Remaja Prof. Dr. dr. Tjhin Wiguna, Sp.KJ(K), Konsultan Nefrologi Anak dr. Henny Adriani, Sp.A(K), serta Spesialis Kedokteran Jiwa dr. Kusuma Dina Yanti, Sp.KJ. (EER)