JAKARTA, AFU.ID — Indonesia Corruption Watch (ICW) menyoroti anggaran pengadaan burung merpati senilai Rp305,25 juta dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2026 di Istana Negara. ICW mempertanyakan urgensi serta spesifikasi burung merpati yang dibeli menggunakan dana APBN dalam jumlah fantastis tersebut.
Kritik tajam tersebut diunggah melalui akun media sosial resmi Sahabat ICW. ICW menyertakan tangkapan layar dari Data Indonesia Public Procurement (INAPROC) yang mencatat paket kegiatan bernama “Pengadaan Burung Merpati dalam Rangka Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI Tahun 2026”. "Perayaan 17-an di Istana sangat meriah, sampai kita enggak tahu kalau ternyata ada pengadaan burung merpati senilai Rp305 juta! Kira-kira merpatinya kaya gimana ya?” tulis akun Sahabat ICW, dikutip Jumat (21/8/2026).
Berdasarkan data sistem pengadaan pemerintah yang diungkap ICW, paket bernilai total Rp305.250.000 tersebut berstatus On Process dan telah memasuki tahapan Kontrak. ICW pun mempertanyakan efisiensi pemanfaatan anggaran seremonial ini serta detail kriteria merpati yang dipesan.
"Kalau beli merpati dengan duit segitu, kira-kira merpatinya spek apa dan buat ngapain ya warga? Mimin cuma tahu merpati yang bentuknya amplop,” sindir ICW dalam unggahannya.
Sorotan anggaran ini makin memicu perdebatan publik lantaran nilai pengadaan yang tergolong tinggi jika dibandingkan dengan harga pasaran merpati putih lokal. Sebagai pembanding, harga rata-rata burung merpati putih biasa di tingkat masyarakat umumnya hanya berkisar antara Rp30.000 hingga Rp75.000 per ekor.
Hingga berita ini diturunkan, unggahan ICW mengenai anggaran pengadaan merpati perayaan 17 Agustus di Istana Negara tersebut terus menuai perbincangan hangat di media sosial. Sementara proses pengadaan dalam sistem pemerintah dilaporkan masih berjalan. (MAR)