Penulis: Administrator · Reporter: Putri Nadhila/Suhandi
JAKARTA, AFU.ID - Ketergantungan kronis terhadap bahan bakar impor kini mulai dipangkas paksa usai pemerintah resmi mengunci seluruh jaringan SPBU swasta untuk wajib menyerap pasokan solar domestik milik Pertamina.
"Pasti sudah ada (pembelian)," ungkap Dirjen Migas Kementerian ESDM Laode Sulaeman di Jakarta, Rabu (6/5/2026).
Secara teknis, transisi pengambilalihan suplai yang berlaku efektif sejak April 2026 ini telah melalui serangkaian negosiasi mitigasi logistik terkait kesiapan pelabuhan muat, volume kargo, hingga spesifikasi bahan bakar murni.
"Sejak diumumkan, sudah jalan," tegas Laode memastikan kelancaran eksekusi di lapangan.
Intervensi pasar tersebut merupakan implikasi langsung dari beroperasinya proyek raksasa Refinery Development Master Plan (RDMP) Kilang Balikpapan yang secara analitis kini mampu menyemburkan produksi hingga 360 ribu barel per hari.
"Iya, sudah beli," benarkan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyikapi rampungnya transisi swasta tersebut.
Kalkulasi eskalasi produksi kilang yang menguasai seperempat kebutuhan nasional ini diyakini mampu menambal kebocoran devisa dengan nilai penghematan impor BBM hingga Rp68 triliun setiap tahunnya.
Pada akhirnya, manuver monopoli suplai ini tidak hanya memandirikan rantai pasok energi domestik, tetapi juga dikalkulasi mampu memberikan injeksi fantastis terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional hingga menyentuh angka Rp514 triliun. (*)