AFU.id

Sektor Produktif Maritim Lembek, Peningkatan Kapasitas SDM KKP Sasar Dunia Digital

Bagikan:

Penulis: Adriyan Adirizky RahmatReporter: Adriyan Adirizky R

Ringkasan Berita

Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (KKP RI) sedang berupaya meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) miliknya.Langkah terbaru dari kementerian yang dipimpin Sakti Wahyu Trenggono ini menyasar dunia digital guna mempercepat penyerapan tenaga kerja sektor bahari.

Sektor Produktif Maritim Lembek, Peningkatan Kapasitas SDM KKP Sasar Dunia Digital
KKP RI menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan SnackVideo untuk meningkatkan kapasitas SDM. (Foto: KKP RI)

Digitalisasi Topang Peningkatan Kapasitas SDM KKP

Di sisi lain, penyediaan fitur pendaftaran daring menjadi terobosan baru untuk memotong birokrasi rekrutmen lapangan kerja sektor maritim. Kepala Hubungan Pemerintah SnackVideo Indonesia, Yulika Satria Daya, menegaskan komitmen dari pihaknya dalam memfasilitasi sistem edukasi kreatif itu.

“Selain itu pula, sebagai aplikasi video pendek, SnackVideo akan memberikan pelatihan bagi para petugas penyuluh lapangan, mahasiswa, dan UPT (Unit Pelayanan Terpadu, red) KKP RI. Sehingga, kelak dapat mensosialisasikan program-program unggulan pemerintah melalui pendekatan yang lebih menghibur dan edukatif,” ujarnya.

Konsistensi dalam menyebarkan konten informatif tersebut sebelumnya telah membuahkan apresiasi digital pada Januari 2025 silam. Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Kelautan dan Perikanan KKP RI berhasil menyabet penghargaan Best Knowledge Dissemination Award dalam ajang Wow Five SnackVideo Gala 2025.

Penghargaan tersebut menjadi bukti nyata bahwa keterbukaan informasi publik mampu mengakselerasi pembentukan ruang kerja yang kompeten. Menteri KP RI, Sakti Wahyu Trenggono, juga terus menekankan bahwa kualitas pekerja maritim adalah kunci utama kemajuan sektor bahari.

Uji coba digitalisasi lewat video pendek tersebut pun berpotensi meruntuhkan sekat informasi bagi nelayan tradisional di wilayah terpencil. Kendati demikian, efektivitas program itu akan diuji oleh kesiapan infrastruktur internet di pulau-pulau terluar agar edukasi tidak pincang sebelah. (ADR)

Berita Terkait

Pilihan Redaksi