Nikmati fitur lengkap distribusi bias, newsletter, pemberitahuan berita
Sektor Produktif Maritim Lembek, Peningkatan Kapasitas SDM KKP Sasar Dunia Digital
Bagikan:
Penulis: Adriyan Adirizky Rahmat · Reporter: Adriyan Adirizky R
Ringkasan Berita
Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (KKP RI) sedang berupaya meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) miliknya.Langkah terbaru dari kementerian yang dipimpin Sakti Wahyu Trenggono ini menyasar dunia digital guna mempercepat penyerapan tenaga kerja sektor bahari.
KKP RI menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan SnackVideo untuk meningkatkan kapasitas SDM. (Foto: KKP RI)
JAKARTA, AFU.ID — Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (KKP RI) sedang berupaya meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) miliknya. Langkah terbaru dari kementerian yang dipimpin Sakti Wahyu Trenggono ini menyasar dunia digital guna mempercepat penyerapan tenaga kerja sektor bahari.
Melansir website KKP RI, Selasa (16/6/2026), kolaborasi strategis berhasil terjalin dengan SnackVideo yang merupakan platform media sosial berbasis video pendek asal Tiongkok. Kedua pihak telah menyepakati Perjanjian Kerja Sama (PKS) untuk memperkuat sektor produktif pertanian dan memperluas program ekonomi biru. Sinergi itu merupakan kelanjutan dari kesepakatan formal yang sudah terinisiasi sejak Desember 2023 lalu.
Penandatanganan kemitraan tersebut melibatkan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Kelautan dan Perikanan (BPPSDM KP) KKP RI, I Nyoman Radiarta. Sedangkan, pihak SnackVideo diwakili oleh Yugo Prabowo yang menjabat Direktur PT Karya Kreatif Nusantara.
KKP RI berharap, penyebarluasan informasi rekrutmen tenaga kerja di wilayah pesisir semakin masif melalui perluasan jangkauan digital tersebut. Langkah itu penting untuk memenuhi kebutuhan manajer hingga awak kapal perikanan pada Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).
“Transformasi digital membuka peluang besar bagi sektor kelautan dan perikanan, serta kami ingin meningkatkan kapasitas SDM KKP. Kami juga ingin memperluas penyebarluasan informasi program agar lebih mudah diakses, menarik, serta menjangkau generasi muda maupun pelaku usaha kelautan dan perikanan di berbagai daerah,” ungkap I Nyoman Radiarta.
Ia menilai, pemanfaatan media visual interaktif sangat efektif dalam mengubah pola penyuluhan konvensional menjadi lebih adaptif terhadap teknologi. Optimalisasi itu ditargetkan mampu mendongkrak daya saing sekaligus kesejahteraan para pelaku usaha mikro perikanan.
“Kami berharap sinergi ini dapat memperkuat pengembangan SDM KKP yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan mendukung ekonomi biru. Juga mendorong lahirnya insan kelautan dan perikanan yang kompeten, inovatif, serta siap menjawab tantangan pembangunan sektor kelautan dan perikanan ke depan,” tuturnya.
Digitalisasi Topang Peningkatan Kapasitas SDM KKP
Di sisi lain, penyediaan fitur pendaftaran daring menjadi terobosan baru untuk memotong birokrasi rekrutmen lapangan kerja sektor maritim. Kepala Hubungan Pemerintah SnackVideo Indonesia, Yulika Satria Daya, menegaskan komitmen dari pihaknya dalam memfasilitasi sistem edukasi kreatif itu.
“Selain itu pula, sebagai aplikasi video pendek, SnackVideo akan memberikan pelatihan bagi para petugas penyuluh lapangan, mahasiswa, dan UPT (Unit Pelayanan Terpadu, red) KKP RI. Sehingga, kelak dapat mensosialisasikan program-program unggulan pemerintah melalui pendekatan yang lebih menghibur dan edukatif,” ujarnya.
Konsistensi dalam menyebarkan konten informatif tersebut sebelumnya telah membuahkan apresiasi digital pada Januari 2025 silam. Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Kelautan dan Perikanan KKP RI berhasil menyabet penghargaan Best Knowledge Dissemination Award dalam ajang Wow Five SnackVideo Gala 2025.
Penghargaan tersebut menjadi bukti nyata bahwa keterbukaan informasi publik mampu mengakselerasi pembentukan ruang kerja yang kompeten. Menteri KP RI, Sakti Wahyu Trenggono, juga terus menekankan bahwa kualitas pekerja maritim adalah kunci utama kemajuan sektor bahari.
Uji coba digitalisasi lewat video pendek tersebut pun berpotensi meruntuhkan sekat informasi bagi nelayan tradisional di wilayah terpencil. Kendati demikian, efektivitas program itu akan diuji oleh kesiapan infrastruktur internet di pulau-pulau terluar agar edukasi tidak pincang sebelah. (ADR)