JAKARTA, AFU.ID - PT PLN (Persero) menerjunkan seluruh kekuatan personelnya secara penuh guna mempercepat pemulihan infrastruktur dan jaringan kelistrikan yang lumpuh pasca-gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang kawasan Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Penanganan darurat ini difokuskan pada daerah-daerah yang mengalami kerusakan parah akibat tiang listrik roboh dan tertimbun material tanah longsor.
Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo menyampaikan keprihatinan mendalam dan doa bagi seluruh masyarakat terdampak. Untuk memastikan proses penanganan di lapangan berjalan optimal, Darmawan turun langsung ke wilayah Labuan Bajo, NTT.
"Kami mengerahkan pasukan di lapangan all out agar perbaikan ini bisa berjalan dengan lancar," kata Darmawan Prasodjo dalam jumpa pers Siaga Kelistrikan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang digelar secara virtual dari PLN UIP2B Jamali, Depok, Jawa Barat, Minggu (16/82026) dini hari.
Darmawan menjelaskan, proses pemulihan sistem dilakukan secara bertahap dan cepat, mulai dari penormalan pembangkit hingga gardu induk. Dari 11 gardu induk yang sempat padam, seluruhnya berhasil dinyalakan kembali. Begitu pula dengan jaringan penyulang yang telah beroperasi hampir sepenuhnya.
"Dari 59 penyulang, 58 penyulang sudah menyala atau 98,3 persen, dan sampai tadi ini baru saja kami mendarat di sini, 88 persen dari pelanggan juga sudah berhasil kami nyalakan," ucapnya.
Sisa pelanggan yang masih padam umumnya berada di kawasan beredukasi berat akibat longsor yang merobohkan tiang-tiang kelistrikan. PLN memproyeksikan perbaikan dapat tuntas secara menyeluruh dalam waktu singkat.
"Saat ini kami sedang memperbaiki satu per satu sehingga diharapkan besok (Minggu 16/8) semua pelanggan sudah bisa menyala kembali. Nah untuk itu kami di sini (Labuan Bajo) memastikan agar pemulihan sistem kelistrikan di daerah yang terdampak bencana gempa bumi ini bisa berjalan dengan lancar," tambah Dirut PLN.
Progres pemulihan di tingkat tapak juga dilaporkan oleh PT PLN Unit Induk Wilayah NTT. General Manager PLN Unit Induk Wilayah NTT, F. Eko Sulistyono, mengungkapkan di Kupang pada Sabtu bahwa dari total 3.478 gardu distribusi yang sempat terganggu pasca-gempa M7,7 yang berpusat di Mbay, Kabupaten Nagekeo, sebanyak 429 gardu listrik telah berhasil difungsikan kembali pada tahap awal.
“Sudah 429 gardu listrik yang saat ini sudah menyala atau beroperasi kembali pascagempa pagi tadi,” katanya.
Eko menegaskan bahwa Pembangkit Listrik Tenaga Minyak dan Gas (PLTMG) Maumere telah dinyatakan aman untuk mempercepat penormalan sistem. PLN juga memberikan prioritas utama pada pemulihan jalur pasokan menuju fasilitas pelayanan masyarakat dan kesehatan.
“Kami memohon doa dan dukungan masyarakat. Seluruh petugas PLN berkomitmen bekerja tanpa henti untuk memulihkan kelistrikan secepat mungkin. Keselamatan adalah prioritas utama kami,” tambah Eko.
Penormalan pasokan daya listrik ini ber dampak langsung terhadap pulihnya fasilitas vital seperti rumah sakit, posko bencana, serta jaringan pemancar telekomunikasi di NTT. Gubernur NTT Melki Laka Lena mengapresiasi langkah cepat PLN dalam mempercepat normalisasi layanan dasar masyarakat tersebut. "Kita harapkan segera normal sehingga pelayanan di sana bisa normal juga," ujar Melki Laka Lena.
Seiring beroperasinya kembali jaringan listrik, layanan komunikasi masyarakat di daerah terdampak yang sempat terkendala kini berangsur pulih sepenuhnya melalui koordinasi intensif bersama pihak penyedia jasa telekomunikasi. (MAR)