JAKARTA, AFU.ID — Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer Gerungan alias Noel melempar peringatan keras 98 jilid II kepada Presiden Prabowo Subianto setelah divonis 4 tahun 6 bulan penjara dalam perkara gratifikasi dan pemerasan pengurusan sertifikat K3.
Noel mengklaim akan ada eskalasi politik besar pada Juni hingga Juli 2026. Ia menyebut gejolak itu bisa berujung pada upaya menggulingkan pemerintahan Prabowo.
Pernyataan itu disampaikan Noel seusai sidang putusan di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis, (4/6/2026). Noel mengaitkan peringatannya dengan tekanan ekonomi, termasuk pelemahan rupiah dan anjloknya IHSG.
“Tinggal satu, butuh satu pemicu,” kata Noel.
Noel juga menyebut konsolidasi sipil, mahasiswa, buruh, dan kelompok masyarakat sipil sudah matang. Namun, ia tidak memaparkan bukti rinci soal klaim adanya gerakan yang mengarah pada penggulingan pemerintahan.
Ia meminta Prabowo lebih peka membaca situasi. Menurut Noel, tekanan ekonomi dapat menjadi indikator gejolak sosial yang lebih luas.
“Dolar semakin tinggi, Indeks Harga Saham Gabungan kita juga sudah babak belur,” ujarnya.
Pernyataan Noel muncul saat pasar keuangan Indonesia memang sedang berada di bawah tekanan. Rupiah menembus level Rp18.000 per dolar AS, sementara Bank Indonesia meningkatkan intervensi untuk menjaga stabilitas nilai tukar.
IHSG juga melemah tajam dalam dua hari perdagangan. Setelah anjlok 4,11 persen pada Rabu, indeks kembali ditutup melemah 1,70 persen pada Kamis.
Namun, tekanan pasar tidak otomatis membuktikan adanya gerakan politik untuk menggulingkan pemerintahan. Klaim Noel tetap perlu dibaca sebagai pernyataan politik dari seorang mantan pejabat yang baru menerima vonis korupsi.
Dalam perkara yang menjeratnya, Noel dinyatakan terbukti menerima gratifikasi dalam pengurusan sertifikat Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Kementerian Ketenagakerjaan. Majelis hakim menjatuhkan vonis 4 tahun 6 bulan penjara, denda Rp200 juta, dan uang pengganti Rp3,43 miliar.
Pernyataan Noel menjadi sorotan karena muncul dari ruang sidang korupsi, bukan forum politik biasa. Ia baru saja dijatuhi hukuman, tetapi langsung mengirim pesan politik kepada Presiden.
Pemerintah perlu merespons tekanan ekonomi dengan langkah yang terukur. Namun, alarm politik yang disampaikan Noel juga tidak boleh mengaburkan perkara korupsi yang sudah diputus pengadilan. (RHU)