JAKARTA, AFU.ID — Pertamina mengimbau masyarakat agar tidak menyebarluaskan QR Code atau barcode BBM subsidi yang terdaftar dalam aplikasi MyPertamina. Imbauan ini disampaikan menyusul adanya keluhan warga yang mendapati QR Code miliknya digunakan orang lain untuk membeli BBM subsidi. Pjs Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Okky Aditya W mengatakan masyarakat perlu menjaga kerahasiaan QR Code Subsidi Tepat agar tidak disalahgunakan.
"Pertamina mengimbau kepada masyarakat agar tidak memberikan barcode subsidi tepat kepada siapapun agar barcode tidak digunakan untuk hal-hal yang tidak diinginkan," kata Okky saat dihubungi di Kendari, Kamis (1/10/2026).
Kasus dugaan penyalahgunaan QR Code tersebut terjadi di Kendari, Sulawesi Tenggara. Seorang warga bernama Atika Harli sebelumnya memprotes operator SPBU THR di Kelurahan Mataiwoi, Kecamatan Wua-Wua, Kota Kendari, pada Rabu (30/9). Atika mendapati data QR Code miliknya telah digunakan orang lain untuk melakukan pembelian BBM subsidi. Bahkan, berdasarkan informasi yang diterimanya, QR Code tersebut tercatat digunakan sekitar satu jam sebelum dirinya datang ke SPBU untuk mengisi BBM.
Itu berarti bahwa QR Code yang jatuh ke tangan orang lain dapat digunakan untuk melakukan transaksi BBM subsidi, selama kode yang ditampilkan masih sesuai dengan data yang terdaftar pada sistem. Okky menjelaskan operator SPBU tetap memberikan pelayanan apabila QR Code yang ditunjukkan konsumen sesuai dengan data yang tercatat dalam sistem Pertamina. Karena itu, pemilik QR Code perlu memastikan kode tersebut tidak disebarkan atau diberikan kepada orang lain.
Untuk mencegah QR Code yang sudah tersebar kembali digunakan, Pertamina mengimbau masyarakat melakukan reset atau memperbarui QR Code Subsidi Tepat setelah melakukan pengisian BBM Pertalite. "Setelah di-reset nanti akan muncul barcode yang baru yang dapat digunakan kembali untuk pembelian BBM Subsidi Tepat," ujar Okky.
Menurut dia, langkah tersebut dapat menjadi salah satu cara untuk mengamankan akses pembelian BBM subsidi, terutama apabila QR Code sebelumnya sudah diketahui atau berpotensi digunakan oleh pihak lain. Pertamina juga mengingatkan masyarakat agar menggunakan QR Code milik sendiri saat melakukan pembelian BBM subsidi dan tidak membagikan gambar atau data barcode kepada pihak lain.
Langkah pengamanan tersebut penting untuk mencegah penyalahgunaan oleh oknum, termasuk pihak yang membeli BBM subsidi untuk kemudian dijual kembali demi keuntungan pribadi. Dengan demikian, masyarakat yang menggunakan layanan Subsidi Tepat disarankan menjaga QR Code secara pribadi dan melakukan pembaruan kode secara berkala, terutama jika kode tersebut pernah tersebar kepada orang lain. (EER)