AFU.id

KKP dan FAO Teken Kerja Sama Akuakultur, Apa Itu?

Bagikan:

Penulis: Adriyan Adirizky RahmatReporter: Adriyan Adirizky R

KKP dan FAO Teken Kerja Sama Akuakultur, Apa Itu?
Menteri KP RI, Sakti Wahyu Trenggono bersama Dirjen FAO, yakni Qu Dongyu. (Foto: KKP RI)

Akuakultur Berkelanjutan Jadi Instrumen Ketahanan Pangan Nasional

Lebih lanjut, FAO membagikan pengalaman internasional mengenai kebijakan peningkatan kapasitas petani dan nelayan melalui pelatihan, pengendalian penyakit, pengembangan teknologi, serta pemberdayaan perempuan dan generasi muda. Instrumen itu menunjukkan, peningkatan produksi tak cukup hanya mengandalkan ekspansi usaha, melainkan sangat membutuhkan kapasitas manusia dan dukungan teknologi.

Sementara itu, Menteri Sakti Wahyu Trenggono lantas menegaskan komitmen Indonesia dalam mempercepat transformasi sektor kelautan dan perikanan melalui penguatan perikanan budi daya. “Kami juga menempatkan peningkatan produktivitas masyarakat pesisir dan penerapan prinsip keberlanjutan sebagai bagian dari pengelolaan sumber daya kelautan,” ujarnya.

Sebagai informasi, fokus pembahasan dalam pertemuan antara Menteri KP RI bersama Dirjen FAO mencakup pengelolaan sumber daya air sebagai bagian dari sistem pangan nasional. Kemitraan itu bertujuan mendukung pembangunan sektor kelautan, perikanan, pangan, dan sumber daya air yang produktif, inklusif, serta berkelanjutan.

Kini, tantangan utama Indonesia adalah harus meningkatkan volume produksi ikan dan memastikan ekspansi budi daya mampu menghasilkan pangan bergizi. Kemudian mengggaransi pendapatan yang lebih pasti bagi masyarakat pesisir serta tekanan yang lebih rendah terhadap sumber daya ikan liar. Skala penduduk 280 juta jiwa lebih membuat keberhasilan transformasi menjadi persoalan kapasitas produksi sekaligus keberlanjutan sumber daya dalam jangka panjang. (ADR)

Berita Terkait

Pilihan Redaksi