JAKARTA, AFU.ID — Kedutaan Rusia untuk Indonesia menyebut artikel KompasTV berjudul “Tak Ada Diskon Minyak untuk Indonesia, Dubes Rusia Sebut Harga Bisa Jadi Lebih Tinggi” keluar dari konteks informasi yang disampaikan.
Dalam unggahan X resmi Kedutaan Rusia untuk Indonesia @RusEmbJakarta, Sabtu (18/4/2026) mengatakan bahwa judul dan isi artikel tidak dapat disebut sebagai pernyataan resmi dari Kedutaan Rusia di Indonesia.
“Struktur artikel dan kutipan yang diberikan di dalamnya diputarbalikkan dan tidak sesuai dengan keadaan sebenarnya,” tulis unggahan tersebut.
Poin yang sebenarnya ingin disampaikan dalam wawancara yang dikutip KompasTV itu adalah bahwa Rusia merupakan pemasok sumber daya bahan bakar fosil yang bertanggung jawab dan berkelanjutan dan siap bekerja sama dengan Indonesia sebagai negara sahabat
“Tetapi harga minyak harus dibahas dan disepakati oleh entitas bisnis Rusia dan Indonesia tergantung pada kondisi pasar global saat ini,” tulisnya.
Selanjutnya, pihaknya menekankan bahwa Pemerintah Rusia menjadi fasilitator dalam proses pembelian minyak melalui dialog yang konstruktif dan efektif demi menjaga pasokan minyak yang efektif dan hemat biaya.
Dengan demikian, maka kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Moskow pada 13 April 2026 dan negosiasi antara Menteri Energi Rusia dan Indonesia pada 14 April 2026 merupakan jalan membuka peluang baru untuk mengembangkan kerja sama antara kedua negara di bidang minyak dan gas.
Disebutkan bahwa komitmen Rusia untuk memperluas kemitraan strategis di bidang energi sangat kuat dan terus mengembangkan berbagai format kerja sama sesuai mekanisme bisnis yang berlaku.
Pemberitaan KompasTV
Pada Jumat (17/42026) KompasTV membuat headline berita tentang kemungkinan Indonesia tidak mendapat diskon harga minyak dari Rusia di sela kunjungan Presiden Prabowo Subianto dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di Moskow.
Dalam artikel tersebut, KompasTV mengutip pernyataan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Federasi Rusia untuk Republik Indonesia, Sergei Gennadievich Tolchenov dalam wawancara ekslusif di Kantor Radio Sonora, Jakarta, Kamis (16/4/2026).
Dubes Rusia disebut mengatakan, tidak ada diskon untuk pembelian minyak dari negaranya, termasuk untuk Indonesia yang sedang menjajal kerja sama membeli minyak dari Rusia.
Dia melanjutkan, pemerintah Rusia tidak menjual minyak, sebab itu pembelian minyak dilakukan dengan skema business to business (B2B) antara perusahaan minyak di Rusia dan perusahaan minyak di Indonesia.
Sergei mengatakan, ada banyak negara yang merayu Rusia dengan meminta "harga teman" karena kedekatan pemimpin kedua negara.
"Cukup banyak negara saya mendengar, bisakah Anda menjual minyak kepada kami dengan harga kawan?," kata Sergei. (EER)