JAKARTA, AFU.ID — Sekitar Rp480 miliar disebut dibawa dari wilayah selatan Jakarta menuju Jombang, Jawa Timur, menggunakan dua Toyota Land Cruiser yang diangkut dengan towing. Uang tersebut diduga berkaitan dengan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU). Klaim itu disampaikan HRM Halilur Rahman Abdullah alias Gus Lilur. Ia mengaku memperoleh informasi tersebut secara informal dari penyidik internal Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Menurut Gus Lilur, informasi mengenai perjalanan uang itu berasal dari keterangan pihak yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) serta hasil digital forensik telepon seluler yang disita KPK. "Ada dua mobil Land Cruiser yang berangkat dari satu tempat di selatan Jakarta, membawa uang kira-kira Rp480 miliar dibawa ke Jombang. Land Cruiser ini naik towing, jadi dua Land Cruiser, dua towing," kata Gus Lilur di YouTube Forum Keadilan TV. Ia memperkirakan setiap Land Cruiser membawa sekitar Rp240 miliar.
Gus Lilur mengatakan penyidik KPK yang ditemuinya mengaitkan dugaan aliran dana hasil korupsi dengan Muktamar NU di Jombang. Ia juga mengaku mengetahui adanya peredaran uang dalam jumlah besar di sekitar arena Muktamar dan hotel-hotel tempat peserta berkumpul "Yang saya tahu ada banyak uang yang berselewaran di Muktamar," ujarnya.
Menurut Gus Lilur, uang tersebut diduga berpindah melalui sejumlah orang yang mewakili pengurus NU tingkat cabang dan wilayah. Namun, ia mengakui tidak mengetahui sumber uang tersebut. Gus Lilur kemudian mengaitkan kebutuhan dana ratusan miliar dengan proses pemilihan dalam Muktamar. Ia menyebut adanya dugaan transaksi untuk memengaruhi suara pengurus NU.
Salah satu angka yang disebut mencapai Rp500 juta untuk satu posisi di tingkat cabang. "Kalau Rp500 juta ketua Tanfidziyah PCNU, lalu Rp500 juta ke Rais Syuriah PCNU, ya satu cabang Rp1 miliar," katanya. Dari hitungan itu, ia mengaitkan angka Rp480 miliar dengan kebutuhan dana dalam proses pemilihan. Namun, klaim tersebut belum menjadi temuan resmi KPK.
Gus Lilur juga menyebut dugaan sumber dana Rp480 miliar. Sekitar Rp150 miliar disebut berasal dari salah satu oknum institusi, sementara Rp150 miliar lainnya disebut berasal dari oknum institusi berbeda. Adapun sekitar Rp180 miliar disebut berkaitan dengan Nusron Wahid "Nah, yang Rp180 dari mana? Nah, Rp180 itu dikabarkan kreasinya Nusron Wahid," ujarnya. Gus Lilur menegaskan informasi mengenai asal dana tersebut masih perlu divalidasi.
Dugaan aliran dana ke Muktamar NU masih menyisakan pertanyaan. Gus Lilur meminta KPK menelusuri asal-usul dan tujuan uang tersebut, termasuk memeriksa pihak-pihak yang disebut mengetahui atau menerima uang. Sementara itu, Saifullah Yusuf alias Gus Ipul, mantan Ketua Organizing Committee Muktamar ke-35 NU, membantah adanya kaitan antara perkara korupsi yang ditangani KPK dengan penyelenggaraan Muktamar. (FAD)