Empat anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) dari Kodap X/Tolikara dan Kodap XXVIII/Yambi menyerahkan empat senjata api kepada TNI dan menyatakan kembali bergabung dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dalam sebuah upacara reintegrasi nasional di Papua Tengah. Penyerahan tersebut, yang terdiri dari senjata-senjata berkaliber berbagai jenis, dihadiri oleh Pangkoops TNI Habema Brigadir Jenderal TNI Riyanto yang mengapresiasi keberanian para mantan anggota KKB untuk kembali ke masyarakat dan berkontribusi dalam pembangunan daerah.
Empat pucuk senjata api yang dipegang anggota KKB Kodap X/Tolikara dan Kodap XXVIII/Yambi diserahkan ke Pangkoops TNI Habema Brigjen TNI Riyanto di Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah. ANTARA/HO-Dok Satgas Habema
JAKARTA, AFU.ID — Empat anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) dari Kodap X/Tolikara dan Kodap XXVIII/Yambi menyerahkan empat pucuk senjata api kepada TNI. Mereka juga menyatakan kembali bergabung dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Penyerahan senjata berlangsung dalam upacara reintegrasi nasional di Halaman Markas Kodim 1714/Puncak Jaya, Mulia, Papua Tengah, Sabtu.
Pangkoops TNI Habema Brigadir Jenderal TNI Riyanto mengatakan dirinya menerima langsung empat senjata yang diserahkan para anggota KKB tersebut. “Saya yang menerima senpi-senpi itu,” kata Riyanto dalam keterangan yang diterima di Jayapura, Sabtu. Empat anggota KKB yang menyerahkan senjata tersebut yakni Bongkar Tabuni dan Lipar Tabuni dari Kodap X/Tolikara, serta Bejo Tabuni dan Kopitua Tabuni dari Kodap XXVIII/Yambi.
Kopitua Tabuni diketahui menjabat sebagai Koordinator Lapangan atau Danops Wil KKB Kodap XXVIII/Yambi. Dari empat senjata yang diserahkan, tiga di antaranya diberikan oleh Bejo Tabuni. Senjata tersebut terdiri atas satu pucuk AR-15 kaliber 5,56 milimeter, satu pistol revolver kaliber 9 milimeter, dan satu pistol Trailside Sig Arms kaliber 22 LR.
Sementara Lipar Tabuni menyerahkan satu pucuk pistol Combat kaliber 9 milimeter. Prosesi reintegrasi ditandai dengan para anggota KKB mencium Bendera Merah Putih sebagai simbol pernyataan kembali ke NKRI. Riyanto mengapresiasi keputusan keempat anggota tersebut untuk meninggalkan kelompok bersenjata dan kembali ke tengah masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi keberanian mereka untuk menyatakan diri kembali ke NKRI dan memilih masa depan dengan kembali ke tengah keluarga dan bersama-sama membangun daerah,” ujar Riyanto. Dengan penyerahan tersebut, empat anggota KKB dari dua wilayah operasi menyatakan kembali ke NKRI dan mengikuti proses reintegrasi nasional. (FAD)