Nikmati fitur lengkap distribusi bias, newsletter, pemberitahuan berita
Buron Pembacokan Anggota PSHT di Surabaya Menyerahkan Diri ke Polrestabes
Bagikan:
Penulis: Raihan Immaduddin
Pesilat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) di Alun-alun Ponorogo, Jawa Timur, Minggu (30/12/2018). (Antara)
JAKARTA,AFU.ID — Buron kasus pembacokan anggota Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) di Surabaya, Laurens Lekatompessy alias Pace, menyerahkan diri ke Polrestabes Surabaya. Pace datang ke kantor polisi pada Minggu (9/8/2026) malam setelah sebelumnya masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Satreskrim Polrestabes Surabaya. Polisi kini memeriksa Pace untuk mendalami keterlibatannya dalam pembacokan dua petugas valet di kawasan Jalan Basuki Rahmat, Surabaya.
Kanit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya AKP I Made Sutanaya membenarkan Pace telah datang menyerahkan diri. “Benar, pelaku menyerahkan diri di hari Minggu malam,” ujar Sutanaya, Selasa (11/8/2026). Sebelum menyerahkan diri, Pace masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Satreskrim Polrestabes Surabaya. Polisi sebelumnya telah mengamankan seorang terduga pelaku berinisial SL (36) dalam kasus pembacokan tersebut. Penyidik masih memeriksa Pace untuk memastikan keterlibatannya dalam penyerangan terhadap dua petugas valet.
Peristiwa pembacokan bermula dari keributan saat sejumlah debt collector hendak menarik mobil Suzuki Karimun Wagon R di tempat hiburan Ambyar, Jalan Basuki Rahmat, Sabtu (25/7/2026) sekitar pukul 03.15 WIB. Dua petugas valet berinisial F dan D sempat meminta dokumen yang menjadi dasar penarikan kendaraan hingga terjadi perkelahian. Setelah keributan mereda, salah satu debt collector disebut kembali bersama sejumlah rekannya.
Kelompok tersebut kemudian mencari F dan D, lalu menyerang keduanya menggunakan senjata tajam. Kedua petugas valet mengalami luka akibat pembacokan dalam insiden tersebut. Setelah melakukan penyerangan, pelaku bersama rombongannya melarikan diri dan membuang senjata tajam serta pakaian yang digunakan selama aksi.
Kasus tersebut kemudian berkembang menjadi perhatian luas karena F dan D diketahui memiliki afiliasi dengan PSHT, bahkan salah satunya disebut merupakan anggota perguruan silat tersebut. Ketegangan pun sempat terjadi antara kelompok pesilat dan komunitas debt collector di kawasan Jalan Teuku Umar. Situasi itu mendorong aparat kepolisian meningkatkan pengamanan di sejumlah titik di Surabaya. Kapolrestabes Surabaya Kombes Luthfie Sulistiawan memastikan proses hukum akan dilakukan terhadap setiap pihak yang terbukti terlibat dalam pembacokan tersebut. (RAI)