Nikmati fitur lengkap distribusi bias, newsletter, pemberitahuan berita
Dituding Crony Capitalism, Hashim Djojohadikusumo Mundur dari WIFI
Bagikan:
Penulis: Raihan Immaduddin
Ringkasan Berita
Hashim S. Djojohadikusumo mengundurkan diri dari jabatan Komisaris Utama PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) hanya tiga bulan setelah diangkat, pada 29 September 2026, setelah sebelumnya dilantik melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 30 Juni 2026. Pengunduran diri ini akan dibahas dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada 21 Oktober 2026, bersamaan dengan pengunduran diri Direktur WIFI, Henny Santoso. Manajemen WIFI memastikan bahwa pengunduran diri tersebut tidak akan mempengaruhi kegiatan operasional perusahaan maupun anak perusahaannya.
Hashim Djojohadikusumo. (Dok. Standart Chartered)
JAKARTA, AFU.ID— Hashim S. Djojohadikusumo mengundurkan diri dari posisi Komisaris Utama PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) atau Surge pada 29 September 2026. Pengunduran diri itu terjadi hanya selang tiga bulan setelah Hashim diangkat posisi tersebut. Hashim sebelumnya ditunjuk sebagai Komisaris Utama melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) WIFI pada 30 Juni 2026.
Direktur WIFI Shannedy Ong menjelaskan, Hashim meminta perseroan segera mengambil langkah korporasi sesuai ketentuan anggaran dasar, termasuk menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Pengunduran diri Hashim akan dibahas bersama pengunduran diri Direktur WIFI Henny Santoso dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 21 Oktober 2026. Henny menyampaikan pengunduran dirinya pada 1 Oktober 2026 dan juga meminta perseroan menjalankan kewajiban administratif dan pelaporan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Pengunduran diri Hashim terjadi setelah namanya masuk ke jajaran manajemen WIFI ketika perusahaan tengah mengembangkan bisnis infrastruktur digital yang bersinggungan dengan aset milik negara. Anak usaha WIFI, PT Integrasi Jaringan Ekosistem (Weave), memiliki kontrak jangka panjang untuk menggelar jaringan fiber optik di sepanjang sekitar 4.000 kilometer jalur rel milik PT Kereta Api Indonesia (Persero). Jaringan tersebut juga disebut tengah dieksplorasi untuk diperluas ke Sumatera dengan memanfaatkan hak perlintasan atau right of way pada aset transportasi negara.
Hubungan WIFI dengan entitas negara juga terlihat dari sisi pembiayaan. Pada awal 2025, WIFI memperoleh fasilitas kredit investasi Rp978 miliar dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI), ketika Hashim disebut telah masuk sebagai investor perusahaan. Sejumlah riset sekuritas yang membahas prospek WIFI turut menempatkan keselarasan bisnis perseroan dengan program strategis dan agenda digitalisasi pemerintah sebagai salah satu faktor yang mendukung prospek perusahaan.
Manajemen WIFI memastikan pengunduran diri Hashim dan Henny tidak mengganggu kegiatan usaha perseroan maupun anak perusahaan. “Pengunduran diri tersebut tidak berdampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha Perseroan,” kata Shannedy. Fungsi pengurusan dan pengawasan perusahaan tetap dijalankan anggota Direksi dan Dewan Komisaris lainnya hingga keputusan mengenai perubahan susunan manajemen dibahas dalam RUPSLB. (RAI)