AFU.id

Bantah Klaim Keamanan Raja Ampat, Greenpeace Desak Penutupan Total Tambang Nikel dan Evaluasi Status Wilayah Pertambangan

Bagikan:

Penulis: Agung Riyadi

Ringkasan Berita

Greenpeace Indonesia menanggapi klaim Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengenai keamanan industri ekstraktif di Raja Ampat, dengan menegaskan bahwa kawasan tersebut masih terancam oleh aktivitas pertambangan, khususnya tambang nikel. Organisasi lingkungan ini mendesak pemerintah untuk menutup total aktivitas pertambangan di wilayah tersebut dan mengevaluasi status izin yang ada, termasuk izin PT Gag Nikel yang masih beroperasi meskipun terdapat temuan audit lingkungan yang meragukan. Dalam aksi protes, Greenpeace menyerukan perlindungan penuh bagi Raja Ampat sebagai Cagar Biosfer UNESCO dari dampak negatif industri ekstraktif.

Bantah Klaim Keamanan Raja Ampat, Greenpeace Desak Penutupan Total Tambang Nikel dan Evaluasi Status Wilayah Pertambangan
Aksi protes Greenpeace terkait tambang nikel Raja Ampat di acara GIIAS 2026 (Greenpeace)

Sentimen Berita

67% sumber condong ke kiri

Kiri67%
Tirto
Media Indonesia
Netral0%
Kanan33%
ANTARA

Berita Terkait

Pilihan Redaksi