Penulis: Raihan Immaduddin
JAKARTA, AFU.ID — Sebanyak 60.131 calon mahasiswa yang telah lolos seleksi masuk perguruan tinggi negeri (PTN) pada 2025 tercatat tidak melakukan daftar ulang. Merespons kondisi tersebut, Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani mendesak Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto memperluas program beasiswa sekaligus menambah porsi afirmasi bagi mahasiswa yang berasal dari kelompok ekonomi menengah ke bawah.
Menurut Lalu, negara perlu memastikan persoalan biaya tidak menjadi alasan utama calon mahasiswa gagal melanjutkan pendidikan setelah dinyatakan lolos seleksi. Karena itu, akses bantuan pendidikan dinilai harus diperluas agar lebih banyak mahasiswa dapat bertahan hingga proses registrasi. "Tolong afirmasi untuk calon-calon siswa-siswi kita yang kurang mampu juga diperbesar porsinya untuk menampung semua itu," kata Lalu Hadrian Irfani di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (30/6/2026).
Lalu menjelaskan penyebab batalnya daftar ulang tidak sepenuhnya berkaitan dengan biaya kuliah. Sebagian calon mahasiswa memilih perguruan tinggi lain setelah lolos pada pilihan berbeda, diterima di sekolah kedinasan, atau memilih berkarier di TNI maupun Polri. Namun, ia mengakui besaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) tetap menjadi salah satu faktor yang membuat sebagian calon mahasiswa mengurungkan niat untuk kuliah.
Ia mengimbau calon mahasiswa yang telah diterima di PTN tetap menyelesaikan proses registrasi terlebih dahulu. Setelah besaran UKT ditetapkan, mahasiswa masih memiliki kesempatan mengajukan penyesuaian atau skema bantuan apabila memenuhi persyaratan. "Daftar saja dulu. Nanti akan keluar jumlah atau besaran UKT yang harus dibayar," ujarnya.
Sebelumnya, Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) mencatat sebanyak 60.131 calon mahasiswa tidak melakukan daftar ulang dari total daya tampung awal 627.957 kursi melalui jalur SNBP, SNBT, dan seleksi mandiri pada 2025. Panitia menegaskan angka tersebut merupakan akumulasi seluruh jalur penerimaan, sehingga menjadi sinyal masih adanya tantangan dalam memastikan kursi yang tersedia benar-benar dapat diakses oleh calon mahasiswa yang telah lolos seleksi. (RAI)