Nikmati fitur lengkap distribusi bias, newsletter, pemberitahuan berita
55 Persen Voters 02 Kapok dan Stres dengan Kinerja Prabowo, Gerindra: Laporan CELIOS Tak Berdasar dan Dramatis
Bagikan:
Penulis: Raihan Immaduddin
Ringkasan Berita
Laporan terbaru dari Center of Economic and Law Studies (CELIOS) menunjukkan bahwa 55 persen pemilih Prabowo Subianto pada Pilpres 2024 tidak akan memilihnya lagi jika pemilu dilaksanakan sekarang, dengan penilaian kinerja pemerintahannya yang rendah, yakni skor 2,8 dari 10 oleh para ahli dan 4,6 oleh masyarakat umum. Selain itu, 75 persen responden mengaku mengalami stres akibat kebijakan pemerintah, yang menjadi sorotan kritik terhadap kepemimpinan Prabowo. Menanggapi laporan tersebut, Partai Gerindra membantah temuan CELIOS, menilai tuduhan tersebut tidak berdasar dan mempertanyakan metode penilaian yang digunakan, serta menekankan bahwa Prabowo dipilih untuk melayani masyarakat nyata, bukan sekadar memenuhi ekspektasi pengamat.
Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan terkait kebijakan ekonomi (Dok. Kantor Staf Presiden)
JAKARTA, AFU.ID — Sebanyak 55 persen responden yang memilih Prabowo Subianto atau Voters 02 pada Pilpres 2024 menyatakan tidak akan memilihnya kembali jika pemilihan umum digelar saat ini. Temuan tersebut dikeluarkan Center of Economic and Law Studies (CELIOS) dalam laporan evaluasi dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran yang dirilis secara virtual pada Minggu (11/10/2026).
Riset yang melibatkan 1.122 responden itu juga memberikan penilaian rendah terhadap kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran. Berdasarkan penilaian para ahli atau expert judgement, kinerja Presiden Prabowo memperoleh skor 2,8 dari 10, sedangkan penilaian masyarakat umum mencapai 4,6. Perbedaan skor tersebut memperlihatkan hasil evaluasi dari dua kelompok yang digunakan CELIOS dalam mengukur kinerja pemerintah.
CELIOS juga merekam bagaimana tekanan psikologis yang dirasakan masyarakat terhadap berbagai kebijakan dan kepemimpinan Prabowo. Sebanyak 75 persen responden mengaku stres akibat kebijakan pemerintah, sedangkan 67 persen lainnya menyatakan stres dipicu perilaku dan gaya kepemimpinan Presiden. Temuan ini menjadi bagian dari kritik CELIOS terhadap arah kebijakan dan dampaknya terhadap masyarakat.
Selain evaluasi kinerja dan persepsi publik, laporan CELIOS membahas sejumlah persoalan lain, mulai dari beban bunga utang, penanganan kebakaran hutan dan lahan, hingga program Makan Bergizi Gratis (MBG). Laporan tersebut juga mengusulkan penggunaan indikator kesejahteraan yang lebih luas, pajak kekayaan bagi kelompok superkaya, dan evaluasi program Kopdes Merah-Putih. Sejumlah rekomendasi itu kemudian menjadi sasaran kritik Gerindra karena dinilai tidak mempertimbangkan secara tepat kebutuhan pembangunan dan kondisi ekonomi nasional.
Respons Panas Gerindra atas Temuan CELIOS
Juru Bicara Partai Gerindra Sugiat Santoso menyebut, laporan CELIOS memuat tuduhan yang tidak disertai bukti dan mempertanyakan dasar penilaiannya terhadap pemerintah. “Menuding pemerintah membatasi kebebasan sipil justru mengabaikan fakta bahwa demokrasi di era Prabowo-Gibran tetap berjalan terbuka, di mana kritik konstruktif diterima,” ujar Sugiat dalam keterangan tertulis. Ia juga mempersoalkan penggunaan hasil survei dan penilaian kelompok yang disebut sebagai “Kabinet Bayangan” sebagai tolok ukur utama kinerja pemerintahan justru mengalihkan kerja nyata pemerintahan Prabowo yang setiap hari turun ke masyarakat.
"Prabowo dipilih bukan untuk menyenangkan para pengamat di Kabinet Bayangan, tapi untuk masyarakat secara nyata," tegas Sugiat. Gerindra turut membantah kritik CELIOS terhadap penanganan karhutla, kebijakan pertahanan, pengelolaan utang, serta pelaksanaan MBG. Sugiat menilai klaim 75 persen responden mengalami stres akibat kebijakan pemerintah terlalu berlebihan dan mengabaikan upaya pemerintah menjalankan perlindungan sosial serta pembangunan ekonomi. (RAI)