JAKARTA, AFU.ID – Rusia melancarkan serangan besar menggunakan rudal dan drone ke Kyiv, Ukraina, pada Senin (6/7/2026) dini hari. Sedikitnya sembilan orang tewas dan 46 lainnya terluka setelah rentetan serangan menghantam sejumlah bangunan permukiman di ibu kota Ukraina tersebut.
Kepala Administrasi Militer Kota Kyiv Tymur Tkachenko mengatakan jumlah korban masih dapat bertambah karena petugas penyelamat terus menyisir puing bangunan yang rusak. Serangan itu menghantam sedikitnya 15 bangunan tempat tinggal dan bangunan lain di berbagai distrik kota, termasuk kawasan bersejarah Podilskyi.
Di Podilskyi, sebuah bangunan apartemen sembilan lantai mengalami kerusakan berat hingga sebagian struktur dari lantai lima ke atas hancur. Petugas menggunakan tangga pemadam untuk menjangkau warga yang terjebak di lantai atas, sementara pencarian juga dilakukan di sebuah gedung hunian 21 lantai di distrik yang sama.
Wali Kota Kyiv Vitali Klitschko mengatakan dua orang tewas di distrik Darnytskyi setelah serpihan serangan menghantam gedung apartemen 25 lantai. Tim penyelamat mengevakuasi warga yang terjebak di bagian atas bangunan, sedangkan kebakaran juga dilaporkan terjadi di sebuah gedung hunian 30 lantai di kawasan tersebut.
Ledakan terdengar di sejumlah titik kota ketika sistem pertahanan udara Ukraina berupaya menangkis serangan. Warga dilaporkan berlindung di stasiun kereta bawah tanah saat rudal balistik, rudal jelajah, dan drone menyerang Kyiv dalam beberapa gelombang.
Serangan terbaru terjadi hanya beberapa hari setelah serangan Rusia sebelumnya menewaskan sedikitnya 31 orang di Kyiv. Gelombang serangan berulang ini memperlihatkan bahwa kawasan permukiman di ibu kota Ukraina masih menjadi sasaran di tengah perang yang telah memasuki tahun kelima.
Serangan juga dilaporkan mengenai wilayah Kyiv di sekitar ibu kota. Gubernur wilayah Kyiv Mykola Kalashnyk menyebut satu orang tewas dan 15 lainnya terluka di wilayah tersebut. Sementara itu, pelabuhan Odesa di selatan Ukraina turut diserang dan sedikitnya satu orang mengalami luka-luka.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy sebelumnya memperingatkan kemungkinan serangan besar Rusia. Serangan ini berlangsung menjelang pertemuan NATO di Ankara, Turki, yang dijadwalkan membahas perkembangan perang Ukraina dan kebutuhan penguatan pertahanan udara Kyiv.
(RHU)