Penulis: Radiatul Husna · Reporter: -
JAKARTA, AFU.ID — Data sementara mencatat 20 orang tewas dan 70 lainnya terluka akibat ledakan yang menghantam kereta pengangkut personel militer di Pakistan, berdasarkan laporan BBC.
Ledakan terjadi saat kereta melintas di Stasiun Chaman Phatak, Quetta, ibu kota wilayah Balochistan, pada Minggu (24/5/2026) pagi.
Pejabat perkeretaapian mengatakan kepada BBC Urdu bahwa ledakan membuat lokomotif dan sejumlah gerbong keluar dari rel. Dua gerbong lainnya dilaporkan terguling.
Kereta tersebut sebagian besar membawa personel militer dan keluarga mereka yang hendak pulang untuk merayakan Idulfitri.
Pemerintah regional Balochistan menyebut kelompok separatis Balochistan Liberation Army atau BLA bertanggung jawab atas serangan tersebut.
BBC melaporkan, pemerintah setempat menyebut ledakan itu sebagai serangan bom bunuh diri. BLA juga sebelumnya telah mengklaim bertanggung jawab.
Saksi mata mengatakan sebuah kendaraan bermuatan bahan peledak menabrak kereta dan memicu ledakan.
Seorang pejabat kepolisian dan pejabat administrasi sipil di Balochistan mengonfirmasi kepada BBC Urdu bahwa tiga tentara termasuk di antara korban tewas.
Jumlah korban masih berpotensi bertambah karena sejumlah korban mengalami luka berat. Rumah sakit yang menangani korban telah menetapkan status darurat.
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengecam serangan tersebut dan menyebut aksi terorisme tidak akan melemahkan rakyat Pakistan.
Serangan terhadap kereta bukan pertama kali terjadi di Balochistan. Dalam dua tahun terakhir, jalur dan kereta Jaffar Express beberapa kali menjadi sasaran kelompok bersenjata.
BLA menuduh pemerintah federal Pakistan mengeksploitasi sumber daya mineral Balochistan tanpa memberi manfaat yang layak bagi masyarakat lokal.
Sumber: BBC/BBC Urdu