Penulis: Raihan Immaduddin
JAKARTA, AFU.ID — Di tengah upaya meredakan ketegangan konflik berkepanjangan di Timur Tengah, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyebut memorandum kesepakatan antara Iran dan Amerika Serikat sebagai langkah penting menuju penghentian perang. Meski demikian, Teheran menegaskan tetap bersiap menghadapi berbagai kemungkinan sambil menunggu tercapainya kesepakatan final.
Pezeshkian mengatakan memorandum yang telah disepakati kedua negara membuka jalan bagi dimulainya proses negosiasi lebih lanjut. Namun, menurutnya, kesepakatan akhir yang menjadi dasar penyelesaian menyeluruh konflik masih belum tercapai.
“Apa yang telah disepakati menjadi sebuah langkah penting menuju penghentian perang dan awal negosiasi, dan kesepakatan akhir masih belum terwujud. Republik Islam Iran telah mempersiapkan diri untuk semua opsi,” kata Pezeshkian melalui akun media sosial X, Senin (15/6/2026). Ia menegaskan Pemerintah Iran akan tetap menjalankan tugas melayani masyarakat, baik tercapai maupun tidak tercapai kesepakatan final dengan Amerika Serikat.
Pezeshkian juga menyoroti peran Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, dalam proses penyusunan memorandum tersebut. Menurutnya, arahan Khamenei menjadi faktor penting dalam memastikan kepentingan nasional Iran tetap terlindungi dalam setiap klausul yang disepakati.
Memorandum itu dikonfirmasi oleh Iran dan Amerika Serikat pada Senin (15/6). Dokumen tersebut dijadwalkan ditandatangani secara resmi di Swiss pada Jumat (19/6). Pemerintah Iran menyatakan memorandum tersebut mencakup penghentian aksi militer di seluruh lini konflik, termasuk yang berkaitan dengan situasi di Lebanon.
Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga telah mengonfirmasi tercapainya memorandum dengan Teheran. Kesepakatan tersebut dinilai menjadi fondasi awal bagi proses diplomasi yang lebih luas.
Setelah penandatanganan memorandum, kedua negara dijadwalkan memulai perundingan menuju kesepakatan final. Negosiasi itu akan membahas penyelesaian program nuklir Iran serta pencabutan sanksi Amerika Serikat terhadap Teheran. Keberhasilan perundingan lanjutan tersebut akan menjadi penentu arah hubungan kedua negara sekaligus masa depan stabilitas kawasan Timur Tengah yang selama ini dibayangi ketegangan dan konflik. (ANT/RAI)